Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Penjualan Mobil Listrik di Malang Menurun

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 19 April 2025 | 22:09 WIB

Salah satu warga menanyakan spesifikasi mobil listrik dari Wuling, kemarin (18/4). Tren penjualan pada awal tahun cenderung menurun (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG).
Salah satu warga menanyakan spesifikasi mobil listrik dari Wuling, kemarin (18/4). Tren penjualan pada awal tahun cenderung menurun (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG).

MALANG KOTA - Meski insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) senilai 10 persen masih berlaku, angka penjualan mobil listrik belum terdongkrak.

Dibanding tahun lalu masih menurun.

Seperti disampaikan Direktur PT Gatra Perdana Putra Yudi Irawan Wijaya.

Baca Juga: Bank Mega Syariah Serahkan Hadiah Mobil Listrik Program Berkah Berlimpah 

Dia mengatakan, hingga Februari 2025, pasar mobil secara umum mengalami penurunan sekitar 15 hingga 20 persen.

Perbandingannya yakni periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Namun, penurunan penjualan mobil listrik seperti Wuling EV dinilai lebih kecil dari penurunan pasar secara keseluruhan.

”Karena kami masih menunggu aturan teknis soal subsidi PPN, penjualan baru kami daftarkan di Samsat mulai Maret hingga April ini,” tutur pria yang juga menjadi Direktur Wuling Perdana Group itu.

Baca Juga: Honda Kenalkan Produk Mobil Listrik Terbaru di Kota Malang

Menurutnya, penurunan penjualan juga dipengaruhi banyaknya hari libur pada awal tahun.

Meskipun begitu, Yudi tetap optimistis penjualan mobil listrik kembali menggeliat pada triwulan kedua 2025.

Optimisme tersebut seiring dengan efektivitas insentif yang sudah berjalan.

Selain itu, masyarakat juga mulai meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi kendaraan listrik.

Sama seperti tahun sebelumnya, syarat pemberian insentif masih mengacu pada nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Dengan begitu, sejumlah merek seperti Wuling dan Hyundai tetap berpeluang besar mendapatkan insentif PPN.

Yudi menjelaskan, insentif tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penjualan mobil listrik.

Daya tarik mobil listrik tidak hanya terletak pada insentif fiskal.

Namun juga dari sisi efisiensi bahan bakar.

Baca Juga: Diler Tunggu Regulasi Insentif Mobil Listrik dan Hybrid di Kota Malang

”Jalan 100 kilometer hanya butuh biaya listrik sekitar Rp 15 ribu, itu setara 1 liter bensin. Bahkan lebih irit dari motor,” kata Yudi.

Sementara itu, penjualan motor listrik di Kota Malang juga mengalami penurunan, bahkan lebih besar.

Sebab, pemberian insentif untuk motor listrik masih berhenti sejak akhir 2024.

Yulia, Store Manager Mr E Bike mengatakan, penjualan motor listrik saat ini hanya didorong diskon yang diberikan oleh masing-masing merek.

”Kami masih berharap akan ada kebijakan baru untuk penjualan motor listrik,” tuturnya. (dur/by)

Editor : A. Nugroho
#energi bersih #pasar otomotif #mobil listrik #Kota Malang #wuling ev #insentif PPN