MALANG KOTA – Sebanyak 109 keris dari seluruh wilayah di Indonesia dipamerkan pada acara Brawijayan Tosan Aji Fest 2025 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya sejak 18 April lalu.
Keindahan keris-keris itu masih bisa dinikmati hingga hari ini (20/4).
Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk menetapkan tanggal 10 April sebagai Hari Keris Nasional.
Antusias masyarakat untuk melihat keris pada event tersebut juga cukup tinggi.
Menurut pihak penyelenggara, hingga kemarin sudah ada 2.000 pengunjung yang datang.
Mereka bebas melihat beragam keris dari berbagai wilayah di Indonesia yang dipamerkan.
Ada keris dari Aceh, Jawa, Madura, Bali, Sulawesi hingga Lombok.
Total ada 109 keris yang dipamerkan kemarin.
Selain itu terdapat 1.500 keris yang masuk proses pemaharan.
Seluruhnya berasal dari 116 Korwil Paguyuban Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).
”Acara ini merupakan langkah nyata kami bersama pemerintah untuk mengenalkan budaya, khususnya keris, ke generasi muda. Sekaligus bentuk pelestarian peninggalan sejarah,” papar Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo.
Para pengunjung yang datang tak hanya warga lokal.
Ada juga warga negara asing yang sengaja datang untuk melihat kekhasan senjata tradisional bangsa Indonesia itu.
Salah satunya adalah Giancarlo Anselmi, 73, warga Italia yang telah 5 tahun tinggal di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
”Saya memang tertarik dengan budaya Indonesia. Baik pakaian, hiburan, hingga senjata seperti keris ini,” terang.
Puncak acara yang telah dimulai sejak Jumat lalu itu ditandai dengan pencanangan Hari Keris Nasional oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kemarin.
”Hari ini kita tetapkan sebagai Hari Keris Nasional. Itu sejalan dengan kongres pertama SNKI 19 April 2006 di Surakarta,” kata Fadli. (wb4/fat)
Editor : A. Nugroho