MALANG KOTA – Pembicaraan tentang rencana revitalisasi total Pasar Besar Malang (PBM) kembali menemukan jalan buntu.
Mayoritas pedagang yang berjumlah sekitar 3.800 orang dari total 4.508 pedagang masih bertahan dengan keinginan renovasi skala kecil.
Mereka menolak jika dilakukan pembongkaran total.
Keinginan itu kembali disampaikan para pedagang dalam pertemuan di Balai Kota Malang pada Senin lalu (21/4).
Para pedagang datang dengan didampingi LBH Muhammadiyah.
Mereka melakukan pembicaraan dengan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi, perwakilan DPUPRPKP Kota Malang, hingga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Diah Ayu Kusuma Dewi.
Humas Perhimpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama) Agus Priambodo mengatakan, pertemuan belum menemui kata sepakat.
Kedua belah pihak juga tetap pada pendiriannya.
”Kami tetap pada garis perjuangan, yakni tidak menginginkan Pasar Besar Malang dibongkar total. Melainkan hanya direnovasi,” tegas Agus kemarin (23/4).
Dia dan pedagang lain yang tidak setuju pembongkaran total berpatokan pada uji ketahanan bangunan yang pernah dilakukan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Hasilnya menyebutkan bahwa bangunan Pasar Besar Malang masih layak hingga beberapa puluh tahun ke depan.
”Ditambah lagi, renovasi itu kan janji Pak Wahyu Hidayat dan Pak Ali Muthohirin pada masa kampanye. Kami akan terus menagih janji mereka,” imbuh Agus.
Kendati demikian, Hippama mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Malang pada saat pertemuan dengan pedagang.
Melalui Ali Muthohirin, pemkot mengabulkan keinginan pedagang untuk menurunkan banner di belakang pasar.
Banner berisi dukungan pembongkaran itu membuat pedagang dan pengunjung kebingungan.
Untuk tahun ini, Hippama berharap ada perbaikan di beberapa bagian pasar.
Misalnya saluran drainase dan pengecatan bagian pasar yang tampak depan.
Saat dikonfirmasi, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin membenarkan bahwa para pedagang yang hadir Senin lalu masih belum setuju pembongkaran total.
Namun, pemkot akan terus membuka dialog sambil menunggu persetujuan anggaran revitalisasi dari Kementerian PU.
Pihaknya juga sudah menuruti pedagang untuk mencopot banner berisi pembangunan pasar. (mel/fat)
Editor : A. Nugroho