MALANG KOTA - Warga yang biasa memanfaatkan kursi taman di Jalan Ijen harus bersabar.
Sebab, Pemkot Malang belum menetapkan pemasangan kembali kursi taman di sana.
Untuk diketahui, saat ini puluhan kursi itu masih dalam proses perbaikan.
Baca Juga: Gereja Ijen Gelar Doa Bersama untuk Paus Fransiskus
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya menekankan, tidak ada pengadaan kursi baru untuk taman di Jalan Ijen.
Pihaknya hanya bisa melakukan perbaikan.
Keterbatasan anggaran jadi alasan utamanya.
Rahman mengaku belum bisa memberikan estimasi pengerjaan perbaikan.
Namun yang pasti, ada kemungkinan jumlah kursi akan dikurangi.
Baca Juga: Lagi, Mobil Hantam Taman di Median Jalan Besar Ijen
Itu karena banyaknya laporan perbuatan tidak senonoh di kursi Jalan Ijen.
”Kami akan kaji lagi jumlah kursinya. Bisa saja kursi yang di tempat itu akan dipindahkan ke taman lainnya,” tutur dia.
Rahman memastikan bahwa model kursi juga tidak akan diubah.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Annas Muttaqin meminta pemkot tidak hanya melakukan perbaikan.
Dia menyarankan agar kursi di Jalan Ijen tidak perlu dipasang lagi atau dihilangkan.
Sebab, sudah beberapa kali terjadi pelanggaran di lokasi tersebut.
”Kami mendukung langkah DLH, kalau bisa kawasan itu dijadikan pedestrian saja. Karena banyak laporan aksi mesum dan PKL liar di sana,” kata Annas.
Politisi PKB itu mendorong pemkot untuk memperbaiki taman-taman lain di sekitar Jalan Ijen.
Baca Juga: KA Ijen Ekspres Malang-Ketapang Mulai Beroperasi
Sehingga, masyarakat masih memiliki beberapa opsi ketika kursi itu dihilangkan permanen.
”Taman mangkrak itu banyak, warga bisa lebih memilih ke sana. Bukan di pedestrian jalan,” tandasnya.
Beberapa taman yang berada di dekat Jalan Ijen misalnya di Taman Slamet.
Juga di Hutan Kota Malabar dan Taman Merbabu. (adk/by)
Editor : A. Nugroho