MALANG KOTA - Lalu lintas di Pasar Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo bakal diubah mulai hari ini (25/4).
Sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB, kendaraan tidak boleh melintas di depan dua pasar tersebut.
Aturan itu bakal diberlakukan khusus hari Jumat sampai Minggu.
Baca Juga: Festival Jajanan di Empat Pasar hingga 30 April
Perubahan itu disampaikan langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Dia menyebut, maksud dari perubahan itu untuk mengurai kemacetan.
Seperti diketahui, sejak dua pasar itu menjadi sentra kuliner, ada problem yang belum bisa diselesaikan.
Yakni kurangnya lahan parkir.
Meningkatnya jumlah pengunjung belum dibarengi dengan penambahan kantong parkir.
Baca Juga: Perundingan Revitalisasi Pasar Besar di Kota Malang Kembali Buntu
Sehingga, penutupan jalan pada jam-jam tertentu menjadi solusi jangka pendek.
”Ini sudah dikaji melalui forum lalu lintas, diputuskan buka-tutup hanya jam 6 sampai 10 pagi. Pergerakan (kendaraan) juga nanti akan diatur,” ujar Wahyu.
Dengan penataan itu, Wahyu berharap bisa mengatasi solusi kemacetan di dua pasar tersebut.
Muaranya, kenyamanan pengunjung bisa ditingkatkan dan pasar semakin ramai.
”Pasarnya sudah bersih dan lebih maju, keluhan parkir juga sudah kami tangani. Harapannya pemanfaatan bisa lebih maksimal,” terang pemilik kursi N1 itu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menambahkan, selama penutupan, kendaraan dari arah SMPN 3 Malang atau Jalan Dokter Cipto akan dialihkan ke Jalan Kartini, lalu menuju Jalan Husni Thamrin.
Sedangkan dari arah stasiun atau Rampal dialihkan ke Jalan Pattimura menuju Jalan Husni Thamrin.
”Ada tiga pihak yang tidak terdampak rekayasa ini, pertama yang mau ke pasar. Kemudian angkot dan ambulans,” tuturnya.
Baca Juga: Croffle Murah di Pasar Klojen Malang, Mulai Rp 5.000!
Sesuai arahan wali kota, Jaya menerangkan bahwa pemberlakuan rekayasa bakal langsung dilaksanakan pekan ini.
Sedangkan untuk rekayasa di depan Pasar Oro-oro Dowo, Jalan Guntur bakal diberlakukan satu arah ke utara.
Kemudian dari Jalan BS. Riadi, selain pengunjung pasar tidak boleh belok kanan ke Jalan Guntur.
”Nanti ada plang penutupan jalan dan informasi terkait rekayasa ini,” tandas Jaya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho