Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

April, Laju Inflasi Tetap Terkendali di Malang Kota

Aditya Novrian • Senin, 5 Mei 2025 | 17:35 WIB

Grafis laju inflasi Kota Malang awal 2025.
Grafis laju inflasi Kota Malang awal 2025.

Daya Beli Masyarakat Masih Aman meski Ada Gejolak Ekonomi

MALANG KOTA - Laju inflasi Kota Malang tetap terkendali pada April lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengumumkan indeks inflasi secara month to-month (MtM) di angka 1,07 persen.

Bisa dibilang laju inflasi tersebut turun tak terlalu jauh dibanding bulan sebelumnya (selengkapnya baca grafis).

Grafis laju inflasi Kota Malang awal 2025.
Grafis laju inflasi Kota Malang awal 2025.

Dua komoditas menjadi penyumbang inflasi tertinggi.

Yakni pencabutan diskon listrik dan kenaikan harga emas.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjarifudin mengatakan, tarif listrik mengalami inflasi sebesar 36,5 persen.

Sementara andil terhadap inflasi bulan April 2025 mencapai 1,11 persen.

Dia menjelaskan, inflasi tarif listrik disebabkan berakhirnya diskon 50 persen.

Hal itu membuat tarif kembali ke harga normal.

”Tarif listrik sejak Maret itu sudah kembali, tetapi efeknya sampai ke April. Ini yang untuk jenis pascabayar karena tagihan Maret dibayarkan April,” ujarnya.

Sementara emas mengalami inflasi 11,14 persen dengan andil mencapai 0,18 persen.

”Kenaikan harga emas yang terjadi bulan lalu juga berdampak pada inflasi,” imbuh dia.

Ada komoditas lain yang juga menyumbang inflasi.

Namun andilnya tidak terlalu besar, tidak seperti pencabutan diskon listrik dan kenaikan emas.

Seperti misalnya bawang merah memberi andil 0,04 persen terhadap inflasi.

Kemudian komoditas santan andil terhadap inflasi 0,03 persen.

Di sisi lain, Umar mengungkapkan ada beberapa komoditas yang menekan laju inflasi Kota Malang.

Karena harga barang ini mengalami penurunan selama bulan April 2025.

Di antaranya cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, wortel, jagung manis, apel.

Menanggapi laju inflasi tersebut, Pakar Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Joko Budi Santoso menerangkan, inflasi di Kota Malang memang sulit dihindari.

Sebab, kenaikan emas merupakan pengaruh global.

Mau tidak mau, di Kota Malang akhirnya ikut terdampak.

Meski demikian, dia melihat daya beli masyarakat tetap aman di tengah gejolak ekonomi.

Untuk itu, Joko meminta Pemkot Malang bisa mengendalikan harga bahan pangan.

Misalnya saja dengan memantau stok dan harga bahan pokok di pasaran.

”Harus selalu mengecek ke lapangan harga dan persediaan barang,” tutur Joko. (adk/adn)

Editor : Aditya Novrian
#laju inflasi #Stabil #Kota Malang