Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tunggu Juknis untuk Mapel AI, Sarana Prasarana Aman, Jumlah Guru yang Mengkhawatirkan di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Rabu, 7 Mei 2025 | 17:47 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah (pch.freepik)
Ilustrasi kecerdasan buatan yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah (pch.freepik)

MALANG KOTA - Kurikulum kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI) bakal dimasukkan pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK pada tahun ajaran baru, Juli mendatang.

Kepastiannya sudah disampaikan langsung Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, 2 Mei lalu.

Meski begitu, hingga kemarin (6/5) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang belum menerima petunjuk teknis untuk pelaksanaannya.

Sudah ada beberapa kali pertemuan, namun rincian soal spesifikasi alat, kompetensi guru, hingga kurikulum belum tersedia.

Kendati demikian, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana optimistis Kota Malang bisa menerapkan pembelajaran AI tersebut.

Sebab, sarana dan prasarana di sekolah cukup.

Jaringan internet juga sudah merata. ”Kepastian yang kami tunggu utamanya terkait kompetensi guru,” ujar Suwarjana.

Saat ini, dia menyebut bahwa Kota Malang masih kekurangan pendidik.

Bertambahnya mata pelajaran (mapel) AI tentu menambah kebutuhan guru.

Menurut Suwarjana, di tingkat SD, mapel AI bisa diterapkan dengan lancar karena bisa diampu guru kelas.

Asalkan ada pelatihan sebelumnya. Namun untuk guru di SMP, pihaknya masih butuh petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Kota Malang Ganis mengakui, sampai saat ini belum ada pelatihan untuk calon guru AI.

Sempat beredar informasi pelatihan guru AI yang diadakan oleh seorang koordinator.

Namun sekitar 60 guru yang mendaftar harus membiayai sendiri pelatihannya.

”Kami tidak memonitor itu karena tidak ada dana khusus untuk pelatihan guru AI,” ujar Ganis.

Dia menyebut bahwa saat ini sudah banyak anggaran yang terpotong karena efisiensi.

Untuk itu sulit mengalokasikan dana bagi kebijakan yang tiba-tiba, kecuali mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Dana yang cair saat ini adalah hasil perencanaan kegiatan yang sudah dilakukan tahun lalu.

Karena rencana penambahan mapel AI berembus awal tahun, anggarannya pun tidak termasuk dalam perencanaan.

Dana darurat yang disediakan juga sudah dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Ganis menyebut, saat ini pihaknya masih mendata kebutuhan guru di Kota Malang.

Jumlahnya memang kurang dibanding jumlah murid, namun angkanya belum pasti.

Sebab, setiap waktu banyak guru yang silih berganti pamit atau masuk lagi. (aff/by)

Editor : Aditya Novrian
#pelatihan guru #kurikulum #Sampai #AI #Artifical Intelligence #Juli #mendatang #petunjuk teknis #SD #SMK