MALANG KOTA – Selain Kajoetangan Heritage dan Jalan Brigjen Slamet Riyadi, ada empat kawasan lain yang bakal mendapat rekayasa lalu lintas.
Yakni di Jalan Kahuripan, Jalan Brawijaya, Jalan Majapahit, dan Jalan Tumapel.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang berencana melakukan uji coba mulai 14 Mei mendatang.
Sekretaris Dishub Kota Malang Slamet Sentosa menjelaskan, di Jalan Kahuripan rencananya akan diberlakukan satu arah.
Yakni dari arah barat menuju timur. Lalu ada larangan belok kanan menuju ke Jalan Brawijaya (Pasar Splendid).
Kemudian di Jalan Brawijaya diberlakukan perubahan dari sebelumnya arusnya utara ke selatan, menjadi selatan ke utara.
Di sana, kendaraan juga bisa belok kanan ke Tugu dan ada larangan langsung lurus ke Jalan Belakang RSSA.
Selain di Jalan Brawijaya, ada Jalan Tumapel yang berubah arah.
Dari yang semula barat ke timur, menjadi timur ke barat.
Yang terakhir di Jalan Majapahit.
Nanti, pengendara bisa belok kanan menuju arah Pasar Splendid atau Jalan Tumapel, Jalan Brawijaya, dan Jalan Kahuripan.
”Sebelum melakukan uji coba, kami akan melengkapi instrumen di sekitar sana,” terang Slamet.
Misalnya saja rambu lalu lintas, water barrier, dan memasang banner untuk sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut Slamet, rekayasa lalu lintas di sana diplot untuk mengurai macet di sekitar Pasar Burung.
Kemacetan akan diurai di area Alun-Alun Tugu.
Selain itu, ada upaya penataan parkir di sana sehingga tidak sampai memakan bahu jalan.
Ditanya terkait jangka waktu uji coba, Slamet belum bisa menentukannya.
”Sebab kami masih melihat evaluasi yang dilakukan bersama forum lalu lintas,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang R. Widjaja Saleh Putra menyatakan kalau sebenarnya rekayasa lalu lintas di sekitar sana masuk skema awal rekayasa lalu lintas Kajoetangan Heritage.
Penerapannya sebenarnya dilakukan sejak 2023.
Namun karena berbagai pertimbangan, baru bisa dilakukan sekarang.
”Rekayasa ini penting dilakukan karena kami melihat adanya bottleneck (hambatan) di simpang empat dekat Masjid Ahmad Yani jika tetap diberlakukan dua lajur,” jelas Jaya.
Karena itu, pihaknya melakukan pembahasan dengan forum lalu lintas untuk rekayasa di sana.
Selain pembahasan dengan forum lalu lintas, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pedagang di Pasar Splendid.
Tujuannya untuk mengoptimalkan infrastruktur jalan.
Nanti, di sekitar Pasar Splendid akan diberlakukan parkir di sisi kiri dari yang sebelumnya diberlakukan di dua sisi.
Kemudian, ada personel gabungan yang diterjunkan selama rekayasa lalu lintas.
”Bukan tidak mungkin skema ini dipermanenkan. Karena dari kajian kami, ini adalah skenario yang efektif,” tutur dia.
Terpisah, Wakasatlantas Polresta Malang Kota AKP Luhur Santosa turut mendukung rekayasa lalu lintas di sana.
Menurut dia, rekayasa lalu lintas sudah melalui pembahasan beberapa kali bersama forum lalu lintas.
Kepolisian pun juga melihat adanya bottleneck yang terjadi.
”Nantinya, kami juga akan menerjunkan sekitar 10 personel kepolisian,” sebut Luhur.
Itu untuk membantu aparat gabungan lain selama uji coba rekayasa lalu lintas. (mel/by)
Editor : A. Nugroho