Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

6 Gerakan Perempuan Paling Aktif di Malang 2025: Dari Aksi Jalanan hingga Gowes Bareng!

Aditya Novrian • Selasa, 27 Mei 2025 | 19:07 WIB

Ilustrasi gerakan perempuan (freepik.com).
Ilustrasi gerakan perempuan (freepik.com).

RADAR MALANG – Kota Malang bukan hanya dikenal sebagai kota pelajar dan pariwisata, tetapi juga sebagai rumah bagi berbagai gerakan keperempuanan progresif yang terus berkembang hingga 2025. Dari organisasi berbasis kampus, komunitas hobi, hingga jaringan sosial-keagamaan, perempuan-perempuan di Malang membuktikan bahwa ruang aman, solidaritas, dan pemberdayaan bisa hadir dalam banyak bentuk.

Salah satu motor penting gerakan perempuan di Malang adalah Kopri PC PMII Kota Malang. Organisasi ini menjadi tempat tumbuhnya kepemimpinan perempuan muda melalui pelatihan, diskusi kritis, dan aksi nyata terkait isu pendidikan, kekerasan berbasis gender, hingga kesehatan reproduksi. “Kami ingin perempuan muda berani bersuara di ruang publik,” ujar salah satu pengurus Kopri.

Baca Juga: Panduan Demo Aman: Persiapan Penting untuk Partisipan Menghadapi Situasi Tegang

Tak kalah lantang adalah Women’s March Malang (WMM), gerakan kolektif yang hadir setiap tahun membawa semangat International Women’s Day. Tahun 2025, mereka mengusung tema “Accelerate Action”, dengan fokus pada advokasi korban kekerasan dan pembangunan jaringan antar komunitas perempuan. Aksi mereka di jalanan Kota Malang bukan sekadar simbolik, tapi menjadi ruang aktualisasi sekaligus pengingat bahwa keadilan gender masih butuh diperjuangkan.

Dari ruang aksi ke jalanan sepeda, hadir Srikandi 2 Pedal, komunitas sepeda perempuan yang lahir dari hobi, namun berkembang menjadi ruang solidaritas dan ekspresi sehat. “Bersepeda itu bukan cuma olahraga, tapi bentuk keberanian perempuan merebut ruang publik,” ungkap salah satu anggotanya. Kini, mereka rutin melakukan gowes, edukasi gaya hidup sehat, hingga menjangkau komunitas perempuan lintas usia.

Tak ketinggalan, organisasi nasional seperti PKK Kota Malang dan Muslimat NU tetap menjadi tulang punggung gerakan perempuan di tingkat akar rumput. PKK aktif menyelenggarakan pelatihan UMKM, bazar produk lokal, dan edukasi keluarga sehat, sementara Muslimat NU gencar dalam program sosial-keagamaan, advokasi kesehatan, dan pelestarian budaya perempuan lokal melalui program BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman).

Baca Juga: Mengenal Bentuk Kekerasan Seksual, Jangan Tunggu Jadi Korban Baru Peduli

Di sisi lain, DWP, GOW, dan Perwosi menjadi motor koordinasi antarorganisasi perempuan. Mereka mendukung penguatan ekonomi keluarga ASN, pemberdayaan sosial, dan pengembangan olahraga perempuan melalui kegiatan kolaboratif dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal.

Kehadiran organisasi-organisasi ini membuktikan bahwa gerakan keperempuanan di Malang tidak lagi bergerak secara sektoral, melainkan terintegrasi dalam berbagai lini kehidupan masyarakat. Kolaborasi antarorganisasi juga semakin erat, menciptakan ekosistem gerakan yang saling menguatkan.

Gerakan perempuan di Malang tahun 2025 bukan hanya tentang kesetaraan, tapi juga tentang ruang: ruang aman, ruang berkembang, dan ruang bersuara. Dan kota ini, dengan segala tantangannya, telah menjadi panggung bagi banyak perempuan untuk bersinar dan saling menggandeng. (my)

Editor : Aditya Novrian
#Solidaritas perempuan #Women Empowerment #malang #Aksi Perempuan Indonesia #Gerakan Perempuan