MALANG KOTA - Rangkaian pemeriksaan hewan kurban terus dilakukan pemkot. Para penjual yang tersebar di lima kecamatan jadi sasarannya. Pemeriksaan tersebut sudah berlangsung mulai 2 Juni lalu. Dan, akan terus dilakukan sampai H-1 Idul Adha, atau 5 Juni.
Dalam dua hari terakhir, sudah ada 141 lokasi yang jadi jujukan pemkot. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ikut terjun untuk mengecek hewan kurban kemarin (3/6).
Tempat penjualan yang diperiksa Wahyu ada di Jalan Terusan Danau Kerinci, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Di sana ada Lapak Blantik Paimo, Lapak Blantik Supadi, dan Lapak Blantik Kabul.
”Alhamdulillah pemeriksaan hewan kurban berjalan lancar dengan bantuan tim dokter dari FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) dan Fakultas Peternakan UB (Universitas Brawijaya),” kata Wahyu.
Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban terbebas dari penyakit.Se lain dicek, Wahyu juga menuturkan bahwa setiap lapak harus memiliki surat yang menyatakan bahwa hewan dalam kondisi sehat.
Di samping itu, penjual juga harus mendata jumlah hewan sapi maupun kambing yang dijual. Jika ditemukan hewan yang tidak sehat, Wahyu meminta para penjual melapor ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang.
Ditanya terkait kondisi penjualan kurban saat ini, Wahyu menyebut variatif. Tergantung berapa harga jual hewan kurban.
”Untuk tinggi atau tidaknya harga, kami tidak bisa intervensi. Karena setiap penjual memiliki strategi masing-masing,” sambung dia.
Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariadi menyatakan, pada Senin lalu pihaknya sudah memeriksa sebanyak 64 lokasi penjualan hewan kurban.
Slamet menyebut, ada sebanyak 91 sapi, 3.027 kambing, dan 154 domba yang diperiksa. Jika ditotal, sudah ada 3.370 hewan kurban yang diperiksa.
Asal hewan kurban bermacam-macam. Ada yang berasal dari Wajak, Gunung Kawi, Wagir, Tumpang, hingga daerah-daerah di sekitar Kota Malang.
Sementara untuk kemarin, ada 77 lokasi penjualan yang diperiksa. Namun jumlah hewan yang diperiksa masih dalam proses rekapitulasi.
”Kemudian, masih ada lokasi-lokasi penjualan di lima kecamatan yang akan kami periksa sampai 5 Juni mendatang,” terang dia.
Slamet melanjutkan, pemeriksaan lokasi penjualan hewan kurban dilakukan dengan bantuan UB. Ada 750 orang yang diterjunkan. Ditambah tenaga dari dispangtan sebanyak 63 orang.
Sampai kemarin, kondisi kesehatan hewan kurban masih terpantau aman. Tidak ada hewan kurban yang terserang penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
Namun pihaknya tetap mendorong penjual untuk memiliki surat keterangan untuk hewan yang menandakan kondisinya sehat.
Slamet menambahkan, tahun lalu pihaknya total memeriksa 4.176 hewan kurban di 95 lokasi. Terdiri dari 267 sapi, 3.678 kambing, dan 231 domba. (by)
Editor : A. Nugroho