Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sulap RW 18 di Purwantoro Jadi Kampung Tanaman Hias

Aditya Novrian • Senin, 23 Juni 2025 | 15:51 WIB

KOMPAK: Panitia dan peserta wirausaha sosial RW 18, Purwantoro, Blimbing, foto bersama setelah penyampaian materi.
KOMPAK: Panitia dan peserta wirausaha sosial RW 18, Purwantoro, Blimbing, foto bersama setelah penyampaian materi.

MALANG KOTA - Di RW 18, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, daun bukan sekadar penghias halaman. Namun sudah menjadi peluang bisnis, ruang belajar, sekaligus simbol perubahan. Lewat bimbingan tim dosen Manajemen Universitas Brawijaya (UB), RW 18 disiapkan menjadi kampung tanaman hias.

Ada lima keluarga di sana yang memang sudah lebih dulu menekuni dunia tanaman. Kegiatan ibu-ibu PKK pun turut mewarnai kegiatan tersebut. Karena itulah, sejak 2023 kawasan itu dirancang menjadi sentra budi daya tanaman hias di tengah kota.

SERIUS: Peserta saat mengikuti pelatihan materi wirausaha sosial.
SERIUS: Peserta saat mengikuti pelatihan materi wirausaha sosial.

Program itu digagas oleh Bayu Ilham Pradana, dosen Manajemen UB, bersama dua alumni dan satu mahasiswi S3. Tahun ini pengembangan berlanjut dengan cara unik, yakni studi banding ke pegiat tanaman hias Semi Abadi di Kota Batu.

”Warga kami ajak melihat langsung bagaimana budi daya tanaman daun seperti sukulen, bromelia, dan pakis. Tanaman ini punya nilai jual, tapi juga mudah dirawat,” ujar Bayu.

MENARIK: RW 18 Purwantoro yang disulap jadi Kampung Tanaman Hias.
MENARIK: RW 18 Purwantoro yang disulap jadi Kampung Tanaman Hias.

Lebih dari sekadar bisnis, Bayu menyebut pendekatan itu bersifat wirausaha sosial. Artinya, nilai utamanya bukan cuma cuan, tetapi juga keberdayaan warga dan pelestarian lingkungan kota.

”Selain menambah penghasilan, ini bisa jadi cara warga menghijaukan kawasan permukiman,” imbuhnya.

Bayu juga berharap ke depan para warga bisa memahami pemasaran yang tepat. Baik melalui marketplace hingga pameran dan penjualan langsung di lokasi. Dengan begitu, daun-daun kecil dari RW 18 bisa menjalar luas ke berbagai penjuru kota. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#UB #tanaman #Kampung #Hias