Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Revitalisasi Pasar Besar Malang Belum Jelas, Pedagang Tegaskan Tolak Pembangunan Ulang

Mahmudan • Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Liku-Liku Rencana Perbaikan Pasar Besar.
Liku-Liku Rencana Perbaikan Pasar Besar.

MALANG KOTA – Nasib Pasar Besar Malang yang terkatung-katung sejak terbakar pada 2016 lalu, hingga kini belum ada kejelasan. Pemerintah pusat yang sebelumnya menjanjikan dana revitalisasi hingga Rp 250 miliar, dua tahun ini masih sebatas koordinasi.

"Belum ada pemberitahuan dari pemerintah pusat. Kami masih menunggu. Pembahasan APBN belum selesai, sehingga belum ada kabar,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat kemarin.

Seperti diberitakan, Pasar Besar mangkrak sejak mengalami kebakaran hebat pada 2016 lalu. Lantai 3 yang ditempati Matahari Departemen Store hangus, sehingga tidak beroperasi lagi. Hanya lantai 1 dan 2 yang buka. Itu tempat pedagang tradisional, namun kondisi bangunannya sudah tidak layak, sehingga perlu diperbaiki.

Mulanya Pemkot Malang ingin pihak Matahari Departemen Store yang merevitalisasi. Namun karena tidak ada realisasi hingga 2022, akhirnya kontrak perjanjian bersama antara pemkot dengan pihak Matahari berakhir.

Setelah Matahari tidak lagi mengelola, pemkot berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (kini kementerian PU). Dari hasil koordinasi tersebut, pusat bersedia mengalokasikan dana hingga ratusan miliar untuk merevitalisasi Pasar Besar.

Pada 2023 lalu, pemkot sempat mendapat kabar akan mendapatkan Rp 350 miliar, namun dana tak kunjung cair meski sudah disiapkan dana pendamping dari APBD Kota Malang. Tahun lalu juga belum cair. Informasi terbaru, dana dari pusat dikabarkan turun pada Juni ini.

Meskipun dana belum turun, Wahyu mengatakan, seluruh persyaratan administrasi terkait revitalisasi Pasar Besar sudah dilengkapi. Mulai desain perbaikan, izin lingkungan dan izin terkait dampak lalu lintas.

”Kami sudah melakukan pengubahan desain bangunan, sebelumnya dirancang sampai lima lantai. Kemudian diubah hanya tiga atau dua lantai saja. Realisasinya nanti terserah Kementerian PU,” kata Wahyu.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan kementerian untuk memastikan perbaikan segera dijalankan," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menuturkan, pengubahan jumlah lantai dimaksudkan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung. Dengan dua atau liga lantai saja, akses semakin mudah dijangkau.

Dalam perbaikan nanti, dia mengatakan, PBM akan dilengkapi sistem pemadam kebakaran otomatis. Selanjutnya, dikonsep lebih terbuka, sehingga tidak seperti kondisi saat ini.

"Lantai dasar yang sebelumnya berada di bawah, nanti sejajar dengan jalan raya. Kemudian di rooftop ada tempat yang bisa digunakan untuk parkir kendaraan," jelas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Untuk warna, wajah baru PBM nantinya akan didominasi warna putih. Kemudian pada bagian depan pasar, di masing-masing sisi akan dibangun seperti gapura. Ini seperti desain PBM pada zaman kolonial Belanda. "Setelah revitalisasi, kami pastikan tidak ada luas bedak yang berubah. Sama seperti sebelum perbaikan," tegas Eko.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi meminta Pemkot Malang terus menagih janji ke pemerintah pusat. Sebab, tahun ini merupakan kesempatan paling besar untuk mendapat bantuan dari APBN.

Dalam pengajuan sebelumnya, Arief menilai pemkot kurang maksimal. Namun pada 2024 dan 2025 ada secercah harapan. Sebab, perwakilan pemkot telah diundang ke Kementerian PU.

"Dengan kondisi pasar dan kebutuhan anggaran, sudah tidak mungkin lagi menggunakan APBD Kota Malang. Sehingga bantuan dari pusat harus benar-benar goal," tegas Arief.

Pedagang Tolak Revitalisasi Pasar Besar

Sementara itu, mayoritas pedagang menghendaki revitalisasi ketimbang pembangunan ulang. Jumlah yang menghendaki revitalisasi mencapai 3.800 pedagang.

Keputusan untuk tidak melakukan pembangunan ulang sudah berkali-kali disampaikan. Salah satunya saat Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama) bertemu Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin pada April lalu.

Humas Hippama Kota Malang Agus Priambodo mengatakan, pihaknya masih berpegang teguh dengan keputusan semula. Selain itu, juga mengacu hasil uji ketahanan dari ITS yang dilakukan secara menyeluruh di tiap sisi bangunan pasar.

Hasil uji ketahanan menyatakan bahwa bangunan Pasar Besar masih layak hingga 34 tahun ke depan. "Kami lebih berharap pada perbaikan pasar. Karena kalau sampai pembangunan ulang tidak mudah," kata Agus.

Agus mengatakan, beberapa area membutuhkan perbaikan. Misalnya saja drainase di bagian barat dan timur. Lalu talang sepanjang 100 meter juga harus diperbaiki. Sebelumnya, sebagian talang sudah diperbaiki secara swadaya.

"Kami swadaya untuk memperbaiki di lantai satu," ungkap Agus. Biaya untuk pembelian tekel lantai menghabiskan Rp 300 juta.(adk/mel/dan)

 

Editor : A. Nugroho
#Revitalisasi #Pasar Besar #malang #Dana