Pekan Ini Perjelas Revitalisasi Pabes Malang, Imbas Ambolnya Tembok, Wahyu Hidayat Bakal Temui Kementerian PU

Bayu Mulya Putra • Dipublikasikan Jumat, 4 Juli 2025 | 16:05 WIB

 

 

PENCEGAHAN: Penanda khusus di bekas reruntuhan tembok lantai tiga Pasar Besar Malang dipasang sejak beberapa hari lalu.
PENCEGAHAN: Penanda khusus di bekas reruntuhan tembok lantai tiga Pasar Besar Malang dipasang sejak beberapa hari lalu.

MALANG KOTA - Lobi-lobi agar revitalisasi Pasar Besar (Pabes) Malang terealisasi sudah disiapkan. Akhir pekan ini, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bakal bertandang ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kunjungan itu salah satunya didasari robohnya tembok di lantai tiga Pabes, Senin lalu (30/6).

Sebelumnya, Pemkot Malang sempat mendapat informasi terkait revitalisasi Pabes pada beberapa bulan lalu. Namun, hingga memasuki bulan Juli ini belum ada kejelasan lagi dari kementerian. Dengan kondisi itu, Wahyu menerangkan bahwa insiden ambrolnya tembok akan disampaikan kepada Kementerian PU.

Tujuannya agar rencana revitalisasi Pabes bisa ditindaklanjuti. Ambrolnya tembok di lantai tiga Pabes membuktikan bahwa pasar tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Sehingga butuh perbaikan segera.

”Besok (Jumat) saya ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa ada bantuan dari pusat dan kepastian soal pembangunan Pasar Besar,” kata Wahyu. Sembari menunggu kejelasan revitalisasi, pemkot bakal melakukan penanganan skala kecil. Sosialisasi agar pedagang lebih berhati-hati ketika beraktivitas juga sudah dilakukan.

”Saya sudah minta beberapa lokasi yang rawan mulai ada penanganan dan pengamanan,” imbuhnya. Di sisi lain, Wahyu membenarkan bahwa sampai saat ini masih ada penolakan dari satu paguyuban pedagang terkait rencana revitalisasi. Untuk itu, akan dilakukan pendekatan dan sosialisasi secara rutin.

”Kalau masih konflik, tidak akan selesai-selesai, kami tidak ingin akan ada korban. Mudah-mudahan kejadian ambrolnya tembok kemarin bisa menyadarkan semua pihak,” kata dia. Terkait jadwal revitalisasi, Wahyu menyebut proses pembongkaran masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat. Dana untuk pemindahan pedagang serta kegiatan sosialisasi bakal disiapkan melalui APBD. ”Saya harap saat bertemu (Kementerian PU) ada kejelasan waktu dimulainya revitalisasi,” ucap Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi memastikan bahwa pihaknya telah mengecek kondisi bangunan di bagian lain. Menurut dia, ada beberapa titik rawan ambrol ketika hujan deras.

Langkah sementara, pihaknya akan melakukan pembersihan di area lantai dua dan tiga. Khususnya yang teridentifikasi sangat kotor dan membahayakan pedagang di bawah. ”Identifikasi bagian rawan masih terus berjalan,” tutur dia.

Dia menambahkan, kondisi bangunan yang memprihatinkan itu sesuai dengan hasil kajian dari Universitas Brawijaya. Yang menyatakan bahwa tidak bisa lagi hanya dilakukan renovasi. Bangunan harus dibongkar atau dibangun ulang. ”Karena terakhir renovasi pada 1991 dan pernah terjadi kebakaran. Sehingga konstruksi bangunan sekarang sudah tidak layak,” pungkas Eko. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
PU Revitalisasi Pasar Besar malang