MALANG KOTA – Pengerjaan proyek drainase di sisi barat Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) bakal dimulai pekan depan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas (lalin) untuk mengantisipasi kemacetan yang diprediksi semakin parah selama proses konstruksi berlangsung.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, proyek tersebut dipastikan berdampak pada arus lalu lintas di kawasan Soehat. Apalagi bertepatan dengan masa aktif sekolah dan perkuliahan. Seperti diketahui, Soehat merupakan kawasan padat bisnis dan pendidikan, karena dilewati ribuan pelajar dan mahasiswa setiap hari.
”Sampai sekarang belum ada pengalihan arus, tapi kami sudah mulai menyusun rekayasa lalu lintas. Masyarakat diminta bersabar,” terang Jaya, kemarin (10/7).
Ia menjelaskan, karena Jalan Soehat merupakan milik Provinsi Jawa Timur, maka semua skema rekayasa harus dikoordinasikan lebih dulu dengan Dishub Provinsi dan Polresta Malang Kota. Salah satu opsi yang dikaji adalah pengaturan ulang titik-titik putar balik atau u-turn yang ada di sepanjang jalur.
”Ada beberapa u-turn yang akan kami evaluasi. Mana yang dibuka, mana yang ditutup sementara. Ini penting agar arus kendaraan tetap mengalir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyebut, proyek drainase itu akan dikerjakan secara bertahap sepanjang 1,3 kilometer. Surat Perintah Kerja (SPK) telah diterbitkan pada 7 Juli lalu dan saat ini sedang masuk tahap akhir persiapan.
”Target kami konstruksi sudah mulai pekan depan. Yang jelas bulan Juli sudah bergerak di lapangan,” ujarnya.
Drainase akan menggunakan box culvert dan setiap segmen akan digarap bergantian. Target akhir proyek drainase Soehat ini ditetapkan rampung pada November 2026. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho