MALANG KOTA - Rencana penyusunan masterplan jaringan jalan oleh Pemkot Malang mendapat respons positif dari legislatif. Salah satu yang jadi perhatian adalah masuknya rencana pembangunan Jalur Lingkar Timur (Jalitim) di wilayah Kedungkandang yang selama ini kerap mengalami kepadatan lalu lintas.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum mengatakan, keberadaan jalitim sangat penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Khususnya yang terjadi di Kawasan Jalan Ki Ageng Gribig hingga Jalan Mayjend Sungkono.
”Kami menyambut hangat upaya Pemkot dengan rencana membuat masterplan jaringan jalan. Khususnya masuknya Jalitim (area Kedungkandang) di mana kondisi eksisting saat ini telah banyak terjadi kepadatan arus lalu lintas,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Lebih lanjut, dia berharap ke depan pembangunan infrastruktur jalan bisa direncanakan secara menyeluruh. Tidak hanya soal pelebaran jalan, tapi juga integrasi dengan sistem drainase, serta pembenahan trotoar agar penataan kota menjadi lebih optimal.
”Pemkot perlu memikirkan hal ini untuk menampung lonjakan kendaraan berat. Lingkar timur bisa jadi solusi jangka panjang,” imbuh legislator dapil Kedungkandang itu.
Selain itu, Ulum juga mendorong Pemkot Malang untuk mempercepat pengadaan jalur jalan baru. Tujuannya demi mengantisipasi tingginya volume kendaraan besar yang kian padat pascakeberadaan gerbang tol Madyopuro.
”Harapannya lagi bisa mengomunikasikan dengan pemerintah pusat terkait kelanjutan pembangunan Tol Malang–Kepanjen, yang juga akan berdampak pada arus kendaraan di kawasan Gribig hingga Mayjend Sungkono,” tandas Ulum.
Sebelumnya, Kepala Bidang Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Christiawan Teguh menyebutkan, jalitim masuk dalam skala prioritas penyusunan masterplan jaringan jalan. Kawasan tersebut berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai jalur alternatif baru guna mengurai beban lalu lintas di kawasan Gribig hingga Mayjend Sungkono.
”Dengan masterplan, kita bisa lebih sistematis menentukan ruas mana yang layak dikembangkan, termasuk di Jalitim,” jelasnya.
Selain Jalitim, sejumlah proyek jalan yang pembangunannya belum rampung, seperti Jalan Joyosuko Agung juga akan masuk dalam perencanaan. Bahkan, dokumen perencanaan yang matang bisa menjadi syarat utama untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. ”Kalau dokumennya lengkap, kita punya peluang lebih besar untuk mendapatkan bantuan dana pembangunan,” pungkasnya. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho