20 Arca Peninggalan Lima Kerajaan Masih Tersimpan di Museum Mpu Purwa, Menanti Giliran Dipamerkan ke Publik

Aditya Novrian • Dipublikasikan Selasa, 15 Juli 2025 | 17:20 WIB
PEDULI SEJARAH: Peserta workshop membersihkan arca koleksi Museum Mpu Purwa pada Juni lalu.
PEDULI SEJARAH: Peserta workshop membersihkan arca koleksi Museum Mpu Purwa pada Juni lalu.

MALANG KOTA – Sebanyak 20 arca koleksi Museum Mpu Purwa masih tersimpan rapi di ruang penyimpanan atau storage. Deretan arca itu belum dipamerkan ke publik dan kini tengah menunggu giliran untuk tampil dalam etalase museum.

Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Nurman Candra Setiansyah menjelaskan, puluhan arca tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Beberapa di antaranya adalah Arca Agastya, Dewi Laksmi, dan arca dewa yang belum teridentifikasi. ”Sebagian berasal dari kerajaan besar seperti Kanjuruhan, Singhasari, Majapahit, Mataram, hingga Kediri,” jelas Nurman kemarin (14/7).

Namun, belum semua arca selesai diidentifikasi. Sebab masih menunggu proses sinkronisasi antara register milik Museum Mpu Purwa dan data Balai Pelestarian Jagad Budaya (BPJB). Kendati demikian, sejumlah arca sudah siap menggantikan koleksi lama yang telah terlalu lama dipamerkan.

”Biasanya kami rotasi koleksi agar pengunjung tidak bosan. Arca di dalam storage akan menggantikan yang sudah lama dipajang,” ujarnya.

Meski tidak ditampilkan, kondisi arca tetap dirawat dengan baik. Sejumlah koleksi bahkan kerap dikeluarkan dalam kegiatan konservasi, seminar, atau museum keliling. Seperti praktik konservasi arca yang digelar Disdikbud akhir Juni lalu.

Ke depan, storage arca rencananya dipindah ke lantai dua. Ruang yang lebih luas ini akan difungsikan untuk perawatan ringan seperti pembersihan dari debu, tanpa perlu memindahkan arca ke luar ruangan.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Rakai Hino Galeswangi menyebut beberapa arca yang tersimpan telah teridentifikasi. Antara lain arca Ganesha, Makara, dan Nandiswara. ”Tapi untuk penamaan dan asal pasti, masih perlu kajian mendalam. Rata-rata berasal dari situs di Kota Malang,” tandasnya. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
arca museum mpu purwa disdikbud Kota Malang