MALANG KOTA - Setelah dua tahun tertunda, revitalisasi Alun-alun Merdeka segera dilaksanakan. Kabarnya, bakal dimulai 22 Juli nanti. Itu setelah Pemkot Malang dan Bank Jatim melakukan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) terkait skema penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR).
Proses revitalisasi ditarget rampung dalam 105 hari (selengkapnya baca grafis). ”Sekarang, MoU antara pemkot dengan Bank Jatim sudah berakhir. Namun pada Senin pekan depan (21/7) akan diperbarui lagi dan ada penandatanganan,” kata Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, kemarin (16/7).
Menurut Wahyu, pasca adanya MoU, ada sedikit penyesuaian dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Itu untuk menyesuaikan harga pasar yang lama. ”Dalam RAB, anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi senilai Rp 5,2 miliar. Sementara pengerjaan ditargetkan selesai dalam 105 hari,” kata dia.
Selain dari segi RAB, pemkot juga berencana melakukan penataan terhadap PKL yang ada di sekitar Alun-Alun Merdeka. Para PKL bakal dipindahkan sementara ke lokasi yang tidak jauh dari alun-alun. Namun untuk lokasi persisnya masih dikaji pemkot.
Selebihnya, Wahyu menyebut tidak ada perubahan dari segi konsep dan desain. Total yang akan direvitalisasi meliputi 17 aspek. Antara lain penambahan ornamen lampu taman, penambahan kursi, perbaikan air mancur, penambahan bunga, perluasan arena playground, hingga penambahan media promosi. Total ada lima papan ukuran kecil dari Bank Jatim sebagai pihak yang memberikan CSR revitalisasi.
Dalam proses pengerjaan, Wahyu memperkirakan kalau Alun-alun Merdeka bakal ditutup untuk sementara waktu. Setelah selesai dikerjakan, pengelolaannya diberikan sementara kepada pihak Bank Jatim. Jika revitalisasi sudah maksimal, baru diberikan kepada pemkot.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya menjelaskan, proses pengerjaan sepenuhnya dilakukan Bank Jatim. Meski objeknya adalah alun-alun yang berada di bawah naungan DLH. ”Kami sifatnya hanya sebagai penerima manfaat,” terang dia.
Pihaknya juga sudah menerima informasi terkait bagian-bagian mana yang akan direvitalisasi. Salah satunya adalah air mancur yang rencananya menggunakan dry fountain. Sistem itu membuat air disemprot dari bawah. Kemudian beberapa fasilitas seperti kursi, toilet, penerangan, akses disabilitas, dan ruangan ibu menyusui juga ditingkatkan. (mel/by)
Editor : A. Nugroho