MALANG KOTA - Festival kebudayaan bertajuk Malang Art Carnival pertama kali diselenggarakan tahun ini di Museum Brawijaya, Jalan Ijen, Kota Malang, kemarin (17/7). Acara yang diselenggarakan hingga 18 Juli itu melibatkan 300 seniman dari berbagai kelurahan di Kota Malang. Diperkirakan lebih dari delapan ribu orang menonton festival tersebut.
Acara dibuka dengan ruwatan massal untuk meminta restu leluhur di halaman Museum Brawijaya. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional seperti bantengan, kuda lumping, hingga jaranan. Lebih dari 50 pegiat seni juga ikut berpartisipasi dalam gelaran wayang kulit bersama Cak Yudo CS.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang turut berpartisipasi dengan menampilkan Tari Beskalan. Ada juga penampilan tim komedi Mama Lela.
“Ide awalnya dari keluh kesah pelaku seniman yang tidak memiliki wadah untuk berkreasi,” ujar Ketua Malang Art Carnival Sugeng Siamtoro. Menurutnya, selama ini sudah ada beberapa event kebudayaan di Kota Malang. Namun karena jumlahnya terbatas, semua seniman belum dapat kesempatan yang sama dalam menampilkan karyanya.
Hadirnya Malang Art Carnival diharapkan bisa melanjutkan semangat event besar seperti Malang Tempoe Doeloe. Untuk itu, Sugeng sengaja memilih tempat yang strategis di jantung Kota Malang. Selain menampilkan berbagai seniman, dia juga bekerja sama dengan puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendongkrak perekonomian daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mendukung penuh pendekatan event seni budaya seperti Malang Art Carnival. Menurutnya, event semacam itu telah terbukti efektif mengenalkan kebudayaan, meningkatkan exposure budaya lokal, hingga menarik wisatawan.
“Kami berharap event serupa bisa terus digalakkan masyarakat untuk menciptakan Kota Malang yang berbudaya.”pungkasnya. (aff/fat)
Editor : A. Nugroho