Perlombaan mobil remote control (RC) off-road menghadirkan banyak tantangan. Umumnya, peserta diharuskan melewati jalan berlumpur hingga melintasi air. Itu dilakukan untuk menguji kekuatan dan spesifikasi mobil RC saat melewati medan yang menantang.
Farid Zulkarnaen, salah satu pemain mobil RC asal Kota Malang menyebut, pertandingan mobil RC tak sama seperti jenis pertandingan lain. Kecepatan untuk sampai garis finish tidak menjadi prioritas penentu kemenangan. ”Kuncinya ada di setelan bodi,” ungkapnya.
Setelan bodi yang dimaksud yakni seberapa mirip mobil RC dengan mobil asli. Karena itu, ada beberapa poin penilaian dari setiap kompetisi. Seperti bahan bodi, kabin, kaca depan, setir, jok, dasboard, wiper, lampu utama, hingga roof rack. ”Termasuk kondisi pintu, atap, hingga bumper juga akan dinilai,” papar dia.
Penilaian kompetisi mobil RC juga tergantung pada kelasnya. Itu terbagi atas dua jenis kelas kompetisi. Yakni X1 upper dan X2 lower. ”Keduanya ditentukan dengan spesifikasi setelan bodi saat mengikuti kompetisi,” terang Farid.
Untuk kelas X1 upper, wajib menggunakan roll cage dan memiliki figur driver. Kemudian jarak sumbu roda maksimal 324 mm dan ukuran maksimum ban 125 mm. Selain itu, lampu harus berfungsi dan tahan air. Sementara pada kelas X2 lower, perbedaan terletak pada jarak sumbu roda maksimal 335 mm dan ukuran maksimum ban 123 mm.
Pada jenis itu, tidak wajib menggunakan roll cage dan figur driver. ”Bisa didiskualifikasi kalau tidak memenuhi syarat. Misalnya bodinya tidak lengkap,” katanya.
Agung Satrio Adi Nugroho, pemain Mobil RC lainnya menambahkan, umumnya kompetisi mobil RC dilakukan dengan sistem beregu. Sebagai contoh, satu tim memiliki tiga orang yang memainkan mobil untuk melewati beberapa obstacle. Dari situ, ketahanan mobil agar bisa kembali bangkit jika terguling akan dinilai. Juga kerja sama tim.
Itu mengapa mobil RC yang diikutkan dalam perlombaan memerlukan performa yang bagus. Dari mobil RC yang dia beli seharga Rp 700 ribu, perlu dilakukan sejumlah modifikasi. Untuk upgrade spare part, dia perlu merogoh kocek hingga Rp 2 sampai Rp 5 juta. ”Bisa lebih murah kalau memang bisa bongkar pasang sendiri,” tutur pria asal Kecamatan Dau itu.
Untuk sekali mengikuti lomba, biaya pendaftarannya mencapai Rp 75 sampai Rp 175 ribu per orang. Itu sekaligus mendapatkan makan, tiket wisata dan merchandise. ”Kalau kompetisi off-road biasanya di wisata alam, jadi tiketnya sudah include,” jelas Rio.
Sayangnya, Rio menyebut bahwa kompetisi mobil RC belum banyak ditemukan di Malang Raya. Umumnya, kompetisi dilakukan di Kota Surabaya dan wilayah Jawa Barat. (ori/by)
Editor : A. Nugroho