MALANG KOTA – Pemkot kembali berencana merehabilitasi dua venue olahraga pada 2026 mendatang. Keduanya adalah arena sepatu roda di GOR Ken Arok dan lapangan basket di kompleks Stadion Gajayana.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menyebut, usulan perbaikan arena sepatu roda sebenarnya telah diajukan sejak 2024 lalu. Bahkan, dokumen detail engineering design (DED) sudah disiapkan melalui anggaran perubahan.
”Bahkan, kami sudah menyusun DED untuk rehabilitasi melalui perubahan anggaran keuangan (PAK),” kata Baihaqi kemarin.
Dalam rancangannya, lintasan akan diperluas dari kondisi saat ini sepanjang 200 meter. Bagian letter U lintasan yang dinilai terlalu sempit akan dilebarkan, termasuk area luar lintasan sejauh 1 meter. Selain itu, pagar pengaman juga dipindah menyesuaikan ukuran baru.
”Rehabilitasi ini kami upayakan sesuai standar arena sepatu roda seperti di SMANOR Sidoarjo,” lanjutnya.
Tambahan fasilitas yang direncanakan antara lain ruang ganti, tribun, lampu penerangan, perbaikan lantai lintasan, dan pembersihan rumput liar. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,5 miliar, dengan target pengerjaan fisik mulai 2026 selama satu tahun.
Jika rampung, arena tersebut akan menjadi tempat latihan para atlet sepatu roda Kota Malang untuk persiapan Porprov Jatim 2027.
Selain itu, lapangan basket di Stadion Gajayana juga akan diubah menjadi semi-indoor. ”Karena basket kan seharusnya lapangan semi indoor, sehingga kalau hujan masih bisa bermain di sana,” ujar Baihaqi. Namun, untuk proyek ini, penyusunan DED belum dilakukan.
Dua cabang olahraga ini menjadi unggulan Kota Malang. ”Pada porprov tahun ini, sepatu roda mendapat medali emas untuk beberapa nomor, sementara basket meraih medali perak. Diharapkan lebih baik tahun 2027,” tandasnya. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho