MALANG KOTA - Kehadiran seorang ayah di momen penting anak kerap dianggap remeh. Padahal, dampaknya bisa luar biasa. Pemkot Malang menyadari hal itu dan kini bersiap meluncurkan Program Ayah Teladan demi membangun keluarga yang lebih kuat dan hangat.
Program itu bakal digencarkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang. Salah satu aksi nyata yang akan diwujudkan adalah mendorong ayah hadir saat pembagian rapor.
”Tujuannya agar ayah ini hadir dalam ruang pendidikan dan semakin memperhatikan anak,” terang Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito, kemarin (21/7).
Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Surat Edaran (SE) khusus sebagai dasar pelaksanaan gerakan. Harapannya, melalui partisipasi sederhana seperti mengambil rapor, para ayah bisa lebih terlibat dalam kehidupan anak, terutama dalam aspek pendidikan dan pengasuhan.
Menurut Donny, program itu muncul sebagai respons atas minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Berdasarkan kajian nasional, 90 persen anak-anak di Indonesia tumbuh tanpa keterlibatan aktif dari ayah mereka.
”Di Kota Malang memang tidak ada kajian khusus, tetapi jika dilihat dari hasil seluruh Indonesia tidak jauh berbeda. Maka dari itu gerakan ini kami harap bisa meningkatkan partisipasi ayah,” jelasnya.
Keterlibatan ayah dalam pengasuhan, lanjut Donny, tak hanya secara fisik, tapi juga psikis. Karena itu, sosialisasi akan digencarkan ke berbagai lini masyarakat. Mulai dari PKK, RT/RW, hingga sekolah.
”Ayah tidak hanya menjadi kepala keluarga, tetapi harus mendampingi, mendidik, dan bermain dengan anak,” tegas Donny. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho