MALANG KOTA - Transaksi digital semakin berkembang pesat di Kota dan Kabupaten Malang. Pada semester pertama tahun ini, Bank Indonesia (BI) Malang mencatat jumlah transaksi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) mencapai Rp 3,9 triliun. Transaksi itu kebanyakan terjadi di pelaku UMKM.
Dengan jumlah itu, transaksi QRIS secara year-on-year (yoy) meningkat 59,24 persen dibanding semester pertama 2024 yang mencapai Rp 2,5 triliun. Peningkatan itu jadi salah satu hasil dari meluasnya transaksi digital di berbagai lini usaha di Malang.
”Selama enam bulan sejak Januari hingga Juni, transaksi tertinggi tercatat pada bulan Maret,” ujar Kepala Kantor BI Malang Febrina. Total ada 8,2 juta kali transaksi QRIS dalam satu bulan itu. Nominal yang dihasilkan mencapai Rp 787 miliar. Data itu diambil dari transaksi QRIS di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang (selengkapnya baca grafis).
Febrina menjabarkan, pada bulan Maret peningkatan transaksi terjadi lantaran bersamaan dengan bulan Ramadan. Selain itu, ada momen Hari Raya Idul Fitri yang menjadi alasan masyarakat lebih banyak transaksi. Terutama untuk kebutuhan Lebaran seperti membeli sembako dan baju baru.
Selain nominal transaksi yang meningkat, volume transaksi QRIS juga melonjak. Pada semester pertama 2025, tercatat ada 46,8 juta kali transaksi menggunakan QRIS. Melonjak 65,15 persen dibanding semester pertama 2024 sebanyak 28,3 juta transaksi.
Selain itu, merchant yang tercatat menggunakan QRIS juga semakin banyak. Terpantau jumlahnya naik 25,18 persen dibanding semester pertama tahun 2024 dengan total 451.815 merchant. Saat ini, tercatat sudah ada 565.628 merchant yang sudah terafiliasi dengan QRIS.
Salah satu UMKM di Kota Malang bernama Bakso Djenggot di Jalan Trunojoyo, Klojen mengaku 50 persen pelanggannya memilih membayar dengan QRIS. Itu didominasi anak muda. Sementara 50 persennya masih menggunakan uang tunai yang didominasi pelanggan berumur 35 tahun ke atas.
”Saya memakai empat jenis QRIS karena potongannya beda-beda,” ujar Abdul Malik, pemilik Bakso Djenggot. Outlet-nya sudah buka sejak 2018, namun memutuskan menggunakan QRIS pada tahun 2024.
Dalam sehari, Malik biasa mendapat laba kotor sebesar Rp 6 sampai Rp 7 juta. Karena 50 persen masuk di QRIS, dia baru bisa mengambil laba itu keesokan harinya. Potongan dari QRIS tiap harinya sebesar 2 persen dari seluruh pendapatan yang masuk pada hari yang sama. (aff/by)
Editor : A. Nugroho