Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ratusan Perempuan di Kota Malang Rayakan Hari Kebaya Nasional, Dorong Rasa Percaya Diri Lewat Busana Tradisional

Bayu Mulya Putra • Jumat, 25 Juli 2025 | 18:30 WIB
MAKIN PERCAYA DIRI: Para perempuan yang menjadi model dalam perayaan Hari Kebaya Nasional, kemarin, turut digambar lewat sketsa.
MAKIN PERCAYA DIRI: Para perempuan yang menjadi model dalam perayaan Hari Kebaya Nasional, kemarin, turut digambar lewat sketsa.

MALANG KOTA - Ratusan perempuan merayakan Hari Kebaya Nasional di Kafe Critasena, di Jalan Kahuripan, Klojen, kemarin (24/7). Perayaan itu dipelopori Artivis, gerakan kolektif pegiat seni di Kota Malang. Mereka membawa keresahan yang sama, yakni jarangnya wanita berkebaya di Kota Malang. 

Padahal, baju dengan bahan katun, sutra, atau brokat itu sudah menjadi identitas perempuan Jawa. ”Kalau tidak ada aksi kolektif, makin lama akan terus memudar,” ujar Eka Mulya Astuti, salah satu pelopor Artivis. Dia menyebut bahwa momen Hari Kebaya Nasional kemarin cukup penting untuk dirayakan.

Eka banyak mengajak teman-teman SMA-nya untuk ikut serta. Poster ajakan juga sudah dia sebar sebelumnya. Hasilnya, cukup banyak perempuan yang ambil bagian. ”Banyak yang baru datang. Kalau ada temannya sesama perempuan, mereka menjadi lebih percaya diri lagi dalam berkebaya,” papar perempuan berusia 56 tahun itu. 

Selain hadir dengan berkebaya dan ada fashion show kecil-kecilan, Eka juga mengundang beberapa seniman di Kota Malang. Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00, peserta yang hadir mengikuti pelatihan ecoprint di Hamur Art Space, Jalan Cisadane, Kecamatan Blimbing.

Sorenya pukul 15.00, mereka bergeser ke kafe Critasena untuk fashion show hingga menjadi model sketsa. ”Semua yang hadir sekarang (kemarin) bisa meminta para seniman di sini untuk dibuatkan sketsa,” papar Eka. Dia menggandeng beberapa komunitas sketsa untuk itu. 

Digambar secara gratis, hasil sketsa akan dipamerkan di Hamur Art Space, Jalan Cisadane, Kecamatan Blimbing. Salah satu komunitas sketsa yang ikut yakni Sketch Nde Kene. Pendampingnya bernama Maruto Septriono, seorang seniman yang sudah lanjut usia.

Menurut dia, perayaan tersebut harus sering dilakukan di Kota Malang. Sebab, acara itu terbukti bisa meningkatkan kepercayaan diri para perempuan. ”Sangat senang bisa ikut bergabung, bisa mengabadikan momen bersejarah ini dengan media yang berbeda,” tutur dia. Maruto bisa menggambar dua sketsa hanya dalam waktu 14 menit. Bersama teman-teman lainnya, sehari mereka bisa menggarap 10 sketsa perempuan-perempuan berkebaya. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#sketsa #malang #fashion show #hari kebaya nasional