Ok/dan
KARANGPLOSO – Lagi, jalur alternatif Karangploso-Kota Batu ditutup. Setelah penutupan Jalan Raya Donowarih (Karangploso) sampai simpang tiga Bumiaji, Rabu lalu (23/7), kemarin (25/7) giliran Jalan Raya Ampeldento, Karangploso ditutup. Penutupan berlangsung dari simpang tiga Jalan Sasando menuju kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso.
Penutupan dilakukan karena area tersebut dipakai untuk karnaval budaya yang menggunakan sound horeg. Namun ruas jalan tersebut masih bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Kapolsek Karangploso AKP Sumantri Wibisono menerangkan, penutupan jalan alternatif menuju Kota Batu diyakini tidak akan menimbulkan efek besar. Walaupun jalan desa itu adalah jalan alternatif menuju kota wisata, namun tidak banyak kendaraan yang melintas. "Saya kira tidak terlalu berefek," kata Sumantri.
Meski demikian, Sumantri tetap berkoordinasi dengan pihak desa terkait acara tersebut. Pihaknya akan menerjunkan 10 hingga 15 personel. Selain sebagai memberi arahan untuk orang-orang menuju Kota Batu, personelnya juga bertugas untuk menjaga ketertiban daerah tersebut.
Lantaran terjadi polemik sound horeg, Sumantri pihaknya meminta panitia tidak menyalakan sound system sampai melebihi 60 desibel. Itu sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 11 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. "Kami sudah mengimbau agar tidak melebihi agar tidak mengganggu masyarakat sekitar desa," ujar Sumantri.(yad/dan)
Editor : A. Nugroho