Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukan Sekadar Ikon! Monumen Tugu Malang Ternyata Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia

A. Nugroho • Senin, 28 Juli 2025 | 18:28 WIB
MENAKJUBKAN: Dibalik keindahan monumen tugu Kota Malang ternyata menyimpan cerita sejarah kemerdekaan Indonesia
MENAKJUBKAN: Dibalik keindahan monumen tugu Kota Malang ternyata menyimpan cerita sejarah kemerdekaan Indonesia

MALANG KOTA - Monumen Tugu Malang merupakan landmark ikonik yang tak pernah sepi pengunjung. Letaknya yang berada tepat di tengah Alun-Alun Tugu Malang menjadikannya titik kumpul favorit warga lokal hingga turis mancanegara. Dikelilingi kolam teratai dan taman hijau yang asri, suasana di sekitarnya begitu sejuk dan nyaman untuk bersantai.

 

Namun siapa sangka, di balik keindahannya, Monumen Tugu Malang menyimpan sejarah yang sangat sakral. Bukan hanya sekadar ikon kota, monumen ini adalah simbol perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia, khususnya dari semangat juang arek-arek Malang di masa penjajahan.

 

Awalnya, kawasan Alun-Alun Tugu dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1920. Saat itu, bentuknya masih sederhana, hanya berupa taman melingkar tanpa pagar dan tanpa monumen. Tujuannya pun bukan sekadar taman biasa, tapi untuk menghormati tokoh kolonial, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen.

 

Setelah Indonesia merdeka, masyarakat Malang menolak terus hidup dalam bayang-bayang kolonial. Tepat pada tahun 1946, setahun setelah proklamasi, pembangunan monumen di tengah taman pun dimulai. Gubernur Doel Arnowo meletakkan batu pertama dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Malang saat itu, M. Sardjono. Tak main-main, monumen ini bahkan diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

 

Monumen Tugu Malang bukan sekadar hiasan kota, tapi benar-benar sarat makna. Bentuknya menyerupai bambu runcing, senjata khas rakyat Indonesia saat melawan penjajah. Di sekelilingnya, rantai melambangkan semangat persatuan dan perlawanan arek-arek Malang yang tak bisa dipatahkan.

Monumen ini juga penuh simbol kemerdekaan. Ada bintang dengan 17 fondasi, delapan tingkat, dan tangga berbentuk 4 serta 5 sudut. Kombinasi angka tersebut melambangkan tanggal penting dalam sejarah bangsa: 17 Agustus 1945.

 

Kolam yang mengelilinginya dipenuhi bunga teratai merah putih yang menjadi simbol keberanian dan kesucian, seperti warna Sang Saka Merah Putih. Tak heran kalau monumen ini disebut sebagai saksi bisu kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Malang.

 

 

Kini, Alun-Alun Tugu Malang sudah mengalami banyak perubahan. Penataan taman, lampu-lampu hias, dan fasilitas umum lainnya semakin membuat tempat ini nyaman dan indah. Tapi meski wajahnya berubah, nilai sejarah dan filosofis Monumen Tugu Malang tetap tak tergantikan.

 

Tempat ini bukan cuma cocok untuk berfoto atau bersantai, tapi juga jadi spot refleksi sejarah bagi siapa pun yang ingin mengenang perjuangan bangsa. Jadi, kalau kamu sedang di Malang, jangan cuma lewat! Sempatkan mampir, duduk sejenak, dan resapi kesakralan perjuangan yang tertanam di setiap sudut Monumen Tugu Malang. (bal)

Editor : A. Nugroho
#Ikon Kota Malang #kemerdekaan #Alun Alun Tugu Kota Malang #malang