MALANG - kembali menjadi jujukan turnamen sepak bola putri. Setelah Piala Pertiwi U-16 2025, pada 4-9 November nanti akan berlangsung MLSC (MilkLife Soccer Challenge) 2025/2026. Ajang itu merupakan rangkaian turnamen sepak bola putri beragam kelompok usia (KU).
Mulai dari KU 8, KU 10, dan KU 12. Ajang tersebut start di Kudus pada 29 Juli sampai 3 Agustus 2025 lalu. Malang menjadi kota ke-9 dari gelaran MLSC 2025/2026.
Selain Kudus dan Bumi Arema FC, MLSC juga akan hadir di Semarang, Surabaya, Tangerang, Bekasi, Bandung, Jogjakarta, Solo, dan Jakarta. Turnamen itu tahun ini mempunyai sejumlah perbedaan. Mulai jumlah kota untuk penyelenggaraan bertambah dari delapan menjadi 10. Lalu aturan juga mengalami perubahan.
MLSC 2025/2026 menggunakan lapangan dengan dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter. Titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan.
Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus. Menyesuaikan dengan peraturan umum PSSI untuk pengembangan pemain usia dini.
Pelatih Arema FC Women Nanang Habibie, melihat MilkLife Soccer Challenge menjadi ajang yang bagus. Itu karena, sangat jarang turnamen kelompok usia di Malang. Padahal antusiasme sepak bola putri di Bumi Arema tinggi.
”Hadirnya turnamen bisa membantu pemain putri berkembang,” katanya. Dia melihat, apalagi MLSC dikelola dengan baik. Berlangsung dengan skala daerah lalu nasional.
Program Director MLSC Teddy Tjahjono mengatakan, salah satu tujuan turnamen itu memantik lebih banyak minat siswi SD dan MI. ”Turnamen atau kompetisi itu harus secara reguler dan rutin diselenggarakan supaya calon atlet atau yang sudah menjadi atlet sepak bola tahu ada wadah secara konsisten digelar,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho