MALANG KOTA - Sejak pandemi, Kampung Wisata Topeng kurang terawat. Demikian pula dengan rumah-rumah warga di sana. Namun dalam waktu dekat, 40 rumah tidak layak huni (rutilahu) di perkampungan yang terletak di RT 2/RW 7, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang itu bakal dipoles.
Kepala Bidang (Kabid) Permukiman Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Lukman Hidayat mengatakan, pemolesan bakal rutilahu dilakukan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Lippo Group. Ada beberapa daerah di Jawa Timur yang mendapat jatah.
”Total ada 200 rutilahu di Jawa Timur yang masuk kuota perbaikan,” terang Lukman, kemarin (6/8). Selain 40 rutilahu di Kota Malang, sisanya ada rutilahu di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Malang. Lukman melanjutkan, pihak kelurahan sebenarnya mengusulkan 48 rutilahu di Kampung Wisata Topeng.
Namun yang diterima hanya 40 rutilahu. ”Kebetulan memang ada tujuh rumah yang tidak ditempati,” jelas pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut. Sebelum diperbaiki, rutilahu yang masuk kuota itu disurvei lebih dulu. Survei tersebut dilakukan bersama DPUPRPKP Kota Malang, Lippo, Kementerian P3KP, dan Disperkim Provinsi Jawa Timur, kemarin.
Dari hasil survei, ada beberapa kondisi rumah yang perlu diperbaiki. Salah satunya atap. ”Atap rumah di sana masih terbuat dari asbes. Padahal, asbes kan berbahaya untuk pernapasan kalau terhirup,” kata Lukman.
Selain terbuat dari asbes, ada bagian atap yang bolong. Itu menyebabkan kebocoran setiap hujan. Kemudian bagian jendela dan pintu juga membutuhkan perbaikan. Siti Ningsih, koordinator Kampung Wisata Topeng menjelaskan, yang dihuni warga di sana ada 33 rumah.
Sisanya ada 7 rumah yang diajukan untuk perbaikan sekarang difungsikan sebagai fasilitas pendukung seperti kantor dan PAUD. Dalam usulan itu, pihaknya mengajukan perbaikan untuk atap yang bocor. Di samping itu juga WC pada masing-masing rumah. ”Selama ini, warga hanya memiliki toilet. Kalau buang air besar di WC umum yang jumlahnya sekitar 18 WC,” jelasnya.
Menurut Siti, pihaknya diberi tahu bakal ada perbaikan sekitar dua pekan lalu. Kemudian kemarin, ada pihak-pihak yang melakukan survei. Dari informasi yang didapat Siti, perbaikan bakal dilakukan pekan depan. Sebab perbaikan ditargetkan rampung akhir Agustus. (mel/by)
Editor : A. Nugroho