MALANG KOTA - Penanganan sampah di Malang Raya diputuskan bakal berpusat di Kota Malang. Kabar itu merupakan hasil rapat koordinasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kemarin. Sesuai namanya, produksi sampah dari tiga daerah nantinya bakal diubah menjadi energi listrik.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, dari pembahasan rapat, KLH menilai Kota Malang menjadi wilayah paling siap menerapkan PSEL. Meskipun demikian, belum ditentukan titik pengolahan sampah terpadu tiga daerah tersebut.
”Dari pernyataan Pak Menteri (LH) kami yang hampir selesai mengolah sampah. Untuk pemilihan yang resmi, akan dikaji bersama Universitas Brawijaya, menentukan titik pas membangun PSEL," ujar Wahyu.
Dia menerangkan, sesuai arahan presiden fasilitas PSEL diupayakan bakal mulai dibangun tahun ini. Nantinya tiga pemda akan bekerja sama dengan PLN sebagai pengguna energi listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut. ”Semua anggarannya dari APBN. Kami menunggu penentuan lahan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan, aglomerasi Malang Raya akan menjadi percontohan nasional. Sebab dinilai sudah siap secara lahan untuk PSEL dan produksi sampah cukup banyak. ”Nanti ada juga peran Danantara, untuk pengolahan sampah ini ada badan sendiri," paparnya.
Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan, pihaknya telah meninjau pengolahan sampah di tiga daerah tersebut. Menurut penilaiannya, meskipun pengolahan sampah belum teratasi 100 persen, ada progres yang baik.
”Kota Malang TPA-nya masih sangat luas, kemudian di Kabupaten Malang ada terobosan penanganan sampah. Di Kota Batu tinggal sedikit lagi yang belum terkontrol," jelasnya.
Hanif menerangkan, dari rapat koordinasi kemarin, dia melihat keseriusan dari tiga kepala daerah. Selain itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga memberikan dukungan penuh. Sehingga KLH yakin aglomerasi Malang Raya akan menjadi contoh nasional.
”Tadi ada beberapa opsi untuk tempat PSEL, agar fair nanti ada kajian dari Universitas Brawijaya. Pusatnya nanti dimana, terus nanti pengiriman dari TPS akan dibahas dalam kajian itu," pungkas Hanif. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho