Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Festival Kampoeng Klasik Nusantara Segera Hadir di Kecamatan Lowokwaru

Bayu Mulya Putra • Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:00 WIB

 

PERSIAPAN SATU BULAN: Salah satu RT di RW 11 Villa Bukit Tidar, Lowokwaru menghias kampungnya seperti Desa Adat Penglipuran, Bali. Total ada 11 RT yang berpartisipasi dalam Festival Kampoeng Klasik Nu
PERSIAPAN SATU BULAN: Salah satu RT di RW 11 Villa Bukit Tidar, Lowokwaru menghias kampungnya seperti Desa Adat Penglipuran, Bali. Total ada 11 RT yang berpartisipasi dalam Festival Kampoeng Klasik Nu

MALANG KOTA - Sejak bulan Juli lalu, sejumlah warga di RW 11 Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru mulai bekerja menyiapkan event spesial. Namanya Festival Kampoeng Klasik Nusantara. Festival yang digelar untuk merayakan kemerdekaan itu bakal dibuka mulai 26 sampai 30 Agustus mendatang.

Total ada 11 RT yang ambil bagian dalam festival itu. Dwi Suyanto, Ketua RT 1 sekaligus wakil ketua panitia Festival Kampoeng Klasik Nusantara mengatakan, setiap RT bakal menampilkan tema yang berbeda-beda. Untuk RT 1 sendiri membuat kampung dengan tema Malangan.

”Karena temanya Malangan, kami akan menghadirkan nuansa khas Malang,” sebut Dwi. Nuansa itu akan terlihat dengan kehadiran aneka stan kuliner yang menyediakan makanan khas Malang seperti bakso. Ada pula penampilan Topeng Malangan dan Tari Bapang.

RT lain ada yang mengangkat tema kebudayaan Kalimantan, Banyuwangi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan banyak lainnya.

Contohnya ada yang menyiapkan bangunan Mbaru Niang. Itu merupakan rumah adat dari suku Manggarai di Kampung Wae Rebo, Flores, NTT. Ada pula yang menghias wilayah RT-nya seperti Desa Adat Penglipuran dari Kabupaten Bangli, Bali.

Setiap tema dipilih berdasar undian. Namun tahun ini, pihak panitia menyediakan 30 nama-nama daerah. ”Kemudian dari 11 RT memilih tema yang dirasa tidak membebani dalam pembuatan konsepnya. Selain itu, nanti ada 40 UMKM yang rencananya dihadirkan,” imbuh Dwi.

Dia melanjutkan, para warga sudah melakukan persiapan selama hampir satu bulan terakhir. Mulai dari membuat anjungan hingga ornamen-ornamen lainnya. Ada yang dibuat sendiri. Ada pula yang memesan di tempat lain. Semua dananya berasal dari swadaya warga.

Saat ini, persiapan masih berlangsung. Menurut Dwi, yang menjadi tantangan yakni turunnya hujan dalam beberapa hari. ”Kalau sedang hujan kami tidak bisa melanjutkan pembuatan. Namun, kami tetap berharap seluruh persiapan berjalan dengan lancar,” kata dia. Seluruh RT akan memperebutkan predikat juara satu sampai tiga. Pada 26 Agustus pihaknya berencana mengundang Wali Kota Malang Wahyu Hidayat untuk membuka festival tersebut. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#UMKM #Nusantara #Festival #Kampoeng #klasik #villa bukit tidar