Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Start Dua Proyek Besar, Tunggu Satu Tahap Akhir

Bayu Mulya Putra • Selasa, 26 Agustus 2025 | 17:55 WIB
SIAP ACTION: Material box culvert untuk proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) sudah disiapkan. Proyek itu didanai lewat APBD Provinsi Jatim.
SIAP ACTION: Material box culvert untuk proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) sudah disiapkan. Proyek itu didanai lewat APBD Provinsi Jatim.

MALANG KOTA - Beberapa proyek prioritas dengan skala besar segera dimulai. Yang terdekat ada revitalisasi Alun-Alun Merdeka dan pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat). Pemkot Malang memastikan tinggal menjalankan satu tahapan tersisa sebelum dua proyek itu benar-benar berjalan. 

Sebagai informasi, dana pengerjaan dua proyek tersebut tidak berasal dari APBD Kota Malang. Untuk perbaikan Alun-Alun Merdeka, pemkot mendapatkan bantuan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank Jatim. Sedangkan untuk proyek drainase Soehat, dananya berasal dari APBD Provinsi Jatim (selengkapnya baca grafis).

Dua proyek prioritas segera dimulai.
Dua proyek prioritas segera dimulai.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menerangkan, pemenang lelang proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka sudah ditentukan Bank Jatim. Itu artinya tinggal pengerjaan proyek saja. 

Sebelum dimulai, Raymond mengatakan bahwa pihak Bank Jatim akan melakukan survei terakhir. Jika tak ada aral, peninjauan ke lapangan bakal dilakukan akhir Agustus ini. ”Jadi itu survei terakhir sebelum pengerjaan revitalisasi. Setelah itu, akan dimulai perbaikan pada awal bulan September,” tutur Raymond.

Selama proses pengerjaan, dia memastikan bahwa area Alun-Alun Merdeka tetap bisa diakses wisatawan maupun warga Kota Malang. Penutupan hanya dilakukan di bagian-bagian tertentu. ”Seperti ketika perbaikan playground, yang ditutup hanya area itu saja. Tidak mungkin dipagari seluruh area Alun-Alun,” papar dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso menambahkan, secara umum semua tahap administrasi sudah lengkap. Pihaknya telah merampungkan surat penyerahan lahan sementara Alun-Alun Merdeka kepada Bank Jatim. ”Selain penyerahan lahan sementara, kemarin juga sudah ditandatangani perpanjangan kerja sama dengan Bank Jatim. Kini tinggal menunggu action saja,” terang Erik. 

Dia berharap, pengerjaan revitalisasi Alun-Alun Merdeka selesai sebelum bulan Desember. Agar tempat tersebut bisa dinikmati masyarakat saat momen pergantian tahun. ”Target (pengerjaan)-nya sesuai kesepakatan kemarin (dengan Bank Jatim) 3,5 bulan. Kalau bisa November selesai,” harap dia. 

Contoh lokasi yang diperbaiki seperti area taman. Di sana juga bakal dibangun ruangan untuk ibu menyusui. Fasilitas playground dan area air mancur juga bakal dipoles. ”Termasuk penerangan juga diperbaiki. Kami pastikan aspek cagar budayanya tetap terjaga,” tegas pria yang pernah menjabat kepala dinas perizinan itu. 

Di tempat lain, persiapan proyek drainase Soehat sudah berlangsung sejak 18 Agustus lalu. Dimulai dengan penataan pada utilitas dan pohon yang terdampak jalur drainase. Setelah tahap penataan rampung, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (Dinas PU SDA) Provinsi Jawa Timur baru melakukan pengerjaan fisik untuk drainase. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R. Dandung Djulharjanto mengatakan, perapian utilitas dan pohon dimulai dari depan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Tahap itu dilakukan setiap pukul 22.00 sampai 05.00. Tujuannya agar tidak mengganggu arus lalu lintas. 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, material untuk drainase tampak sudah tersedia. Saat ini, material berupa box culvert sudah ditata di depan Polinema. ”Setelah proses merapikan selesai semua, Dinas PU SDA Jawa Timur selaku pelaksana akan mulai melakukan penggalian,” kata Dandung, kemarin (25/8).

Pengerjaan bakal dilakukan bertahap. Setiap tahap, yang dikerjakan sepanjang 50 meter. ”Jadi setelah diuruk dan dipasang box culvert, baru geser ke sebelahnya,” terang dia. Untuk diketahui, drainase Soehat bakal memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer.

Jika ditotal, pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar lima bulan. Setelah dikerjakan, drainase Soehat bakal mendapat pemeliharaan dari Dinas PU SDA Jawa Timur. Pemeliharaan itu berlangsung selama satu tahun. ”Untuk perkembangan selanjutnya kami masih belum tahu apakah ada serah kelola atau serah hibah kepada pemkot. Namun karena masuk jalan provinsi, kemungkinan tetap dikelola pemprov,” papar pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut. 

Dandung menjelaskan, meski pengerjaan dilakukan sepenuhnya oleh pemprov, pihaknya turut berkontribusi. Seperti dalam hal penataan utilitas dan pohon, ada dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Dukungan yang diberikan berupa perbantuan penataan. Selain itu, juga ada penyediaan 300 bibit pohon dari DLH dan ribuan bibit pohon dari Polinema untuk penghijauan setelah pengerjaan drainase Soehat rampung. 

Kemudian ada rekayasa lalu lintas, yang akan di-handle Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Rekayasa yang dilakukan dengan cara mengalihkan arus lalu lintas ke ruas jalan Soehat di satu sisi seberang. Namun pihaknya akan melihat kondisi yang terjadi nantinya. 

Selain itu, DPUPRPKP Kota Malang juga sudah membuat sudetan. Sudetan itu berada di Jalan Candi Panggung dan Jalan Mayjen Panjaitan (Bethek). Keberadaan dua sudetan itu untuk mendukung fungsi drainase Soehat agar lebih maksimal. 

Sudetan di Jalan Candi Panggung memiliki panjang sekitar 700 meter. Sementara untuk sudetan di Jalan Mayjen Panjaitan panjangnya sekitar 320 meter. ”Sekarang perkembangan (pembangunan) dua sudetan itu sudah 95 persen. Tinggal pengaspalan saja,” sebut Dandung. (adk/mel/by)

Editor : A. Nugroho
#DPUPRPKP #proyek #DLH #malang kota #dishub