Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ingin Terdengar seperti Arek Malang Asli? Hey Maba! Gunakan Boso Walikan Biar Makin Gaul di Ngalam

A. Nugroho • Rabu, 27 Agustus 2025 | 21:34 WIB
Ilustrasi boso walikan di Malang
Ilustrasi boso walikan di Malang

MALANG - Boso walikan (bahasa yang dibalik) atau osob kiwalan yang menjadi ciri khas kota Malang memiliki asal-usul yang cukup heroik. Munculnya boso walikan ini tidak lepas dari agresi militer Belanda yang terjadi pada tahun 1947 dan 1949.

Pada masa tersebut banyak penduduk pribumi yang disusupkan oleh Belanda menjadi mata-mata dalam Gerilya Rakyat Kota (GRK) di Malang. Melalui mata-mata itu, Belanda menyerap banyak informasi dan strategi dari para pejuang GRK.

Tak kalah akal, dua pentolan GRK yakni Suyudi Raharno dan Wasito punya ide untuk menciptakan bahasa baru. Semacam sandi untuk mengelabuhi mata-mata Belanda. Mereka menamakannya boso walikan. Mudah dimengerti oleh warga lokal. Namun sedikit membingungkan bagi yang tidak mengerti triknya.

Sebenarnya, bahasa ini hanyalah bahasa biasa yang dibalik pengucapannya. Bahasa baru tersebut memang lebih terdengar seperti kode atau sandi yang telah disepakati para penjuang GRK. Keunikannya yakni tidak adanya aturan tata bahasa baku. Sehingga, setiap kata bisa langsung dibalik saat diucapkan.

Namun, tidak semua kata dalam boso walikan, dibalik begitu saja. Ada kata-kata tertentu yang mengucapkannya terkesan, seenaknya alias tidak punya panduan yang pasti. Contohnya boso walikan sendiri. Jika dibalik, maka istilah ini harusnya osob nakilaw menjadi osob kiwalan yang lebih enak diucap dan didengar.

Contoh lain adalah rokok. Harusnya jika dibalik penyebutannya adalah kokor. Namun faktanya, warga Malang justru menyebutnya menjadi oker. Nggak nyambung kan?

Inilah beberapa contoh boso walikan yang digunakan oleh warga Malang hingga kini.

1. Ojob

Orang Malang pasti sudah tidak asing dengan kata ojob yang berarti bojo. Atau kalau di bahasa Indonesiakan artinya adalah suami atau istri.

Contoh: “Ojob mu sido melu a?” (Suami/istrimu jadi ikut kah?)

2. Ngalam

Ngalam merupakan boso walikan dari Malang. Kata ini lazim didengar saat arek Malang membicarakan kota tercintanya.

Contoh: “Gak pengen nang Ngalam ta Rek?” (Tidak ingin ke Malang kah Rek?)

3. Ewul

Ewul merupakan boso walikan dari luwe atau lapar. Orang Malang biasa menggunakan kata ini saat perut mereka keroncongan dan ingin segera makan.

Contoh: “Aku ewul, ayo nakam!” (Saya lapar, ayo makan!) – nakam adalah boso walikan dari makan.

4. Sam

Sam adalah sebutan bagi pria lain yang dianggap lebih tua. Kata ini merupakan kebalikan dari mas. Selain digunakan sebagai panggilan di kampung, sam sering didengar di lingkungan sekolah atau kampus untuk memanggil kakak tingkat (kating).

5. Oskab

Mau manggil abang tukang bakso di Malang? Jangan pakai “Bang, bakso bang!” Pakailah, “Sam, oskab sam!” Kalimat ini lebih cocok dan dipastikan penjual bakso yang kamu panggil bakal menoleh.

Inilah beberapa kosakata boso walikan di Malang yang bikin kamu terdengar seperti Arema sejati. Terutama bagi mahasiswa baru dari luar kota. Yuk, mulai dicoba, Ker! (dbr)

Editor : A. Nugroho
#bahasa #malang #Arek #ngalam