MALANG KOTA – SD Muhammadiyah 08 KA Mas Mansur meluncurkan game edukasi dan modul critical thinking pada Kamis (28/8). Program itu menjadi bagian dari persiapan penerapan mata pelajaran (mapel) artificial intelligence (AI) dan coding.
Peluncuran yang digelar di sekolah Jalan Sumpil 1, Kecamatan Blimbing itu menggandeng US Consulate General Surabaya serta Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyusunan modul. Sejak Januari, sekolah tersebut ditunjuk sebagai pilot project pembelajaran mapel AI dan coding.
Hasilnya, 21 siswa kelas 4, 5, dan 6 berhasil menciptakan game edukasi. Selain itu, seluruh siswa di jenjang tersebut juga dilatih menerapkan critical thinking dalam penggunaan AI. Mereka dibiasakan menyusun pertanyaan seputar pelajaran untuk kemudian ditanyakan ke AI, lalu mencatat kembali jawaban yang diperoleh.
Kepala SD Muhammadiyah 08 KA Mas Mansur Etika Susilowati mengatakan, minat siswa terhadap AI dan coding cukup tinggi. Dari 60 kuota yang dibuka, sebanyak 21 siswa yang dinilai mumpuni. ”Kami arahkan anak membuat game berbasis edukasi. Jadi sambil bermain, mereka tetap mendapat pengetahuan,” ujarnya.
Inovasi itu, lanjut Etika, akan dikembangkan agar bisa diakses seluruh sekolah di Kota Malang. Bahkan game tersebut diproyeksikan dapat digunakan hingga jenjang sekolah menengah. ”Kami ingin sekolah ini jadi rujukan dalam pengadaan mapel AI,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengapresiasi langkah SD Muhammadiyah 08. Ia berharap sekolah lain juga memiliki semangat serupa. ”Kami siapkan dulu SDM dan muridnya sebelum mapel AI dan coding benar-benar diterapkan,” kata Suwarjana. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho