MALANG KOTA – Harga beras premium yang terus meroket memaksa Pemkot Malang turun tangan. Hari ini (30/8), pasar murah digelar serentak di lima kecamatan. Fokusnya, memperbanyak distribusi beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan harga kebutuhan pokok.
Harga beras premium di pasaran pada Agustus ini naik cukup tajam. Dari semula Rp 70 ribu per 5 kilogram, kini menembus Rp 78 ribu hingga Rp 80 ribu. Kondisi itu menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, pasar murah yang digelar kali ini merupakan tindak lanjut instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ”Belakangan ini SPHP dikeluhkan sangat jarang di pasaran. Karena itu, pasar murah akan digelar serentak di lima kecamatan,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kualitas beras SPHP hampir setara dengan beras premium. Sehingga bisa menjadi alternatif masyarakat sembari menunggu harga di pasaran kembali normal. ”Gerakan pasar murah ini memang bisa berdampak pada turunnya penjualan beras premium di pasaran. Tapi itu efek sementara. Ketika SPHP makin banyak digelontorkan, harga otomatis akan terkoreksi turun,” jelasnya.
Pemkot Malang telah menggandeng Bulog Malang untuk memastikan pasokan berjalan lancar. Saat ini, Bulog disebut baru menyalurkan 37 persen dari total stok yang ada. ”Bulog sudah menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh program pasar murah ini,” tegas Wahyu.
Dengan operasi pasar murah serentak ini, pemkot berharap inflasi pangan, khususnya dari sektor beras, dapat dikendalikan. Selain itu, daya beli masyarakat yang sempat tertekan bisa kembali meningkat. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho