MALANG - Kerja remote bukan berarti harus kerja sendirian. Di Malang, tren work from cafe (WFC) makin hits lewat Malang Remote Club. Dari kafe nyaman hingga obrolan hangat, komunitas ini jadi ”kantor kedua” yang bikin kerja lebih produktif sekaligus seru.
KETERBATASAN pergaulan menjadi persoalan pekerja remote di Kota Malang. Rutinitas mereka yang hanya bekerja di depan laptop dari rumah atau kafe membuat interaksi sosial minim. Keresahan ini memantik lahirnya Malang Remote Club, komunitas yang menghadirkan konsep work from cafe (WFC) bareng untuk para pekerja remote.
Komunitas ini digagas Cheryl Gloria, seorang pekerja remote asal Sawojajar yang ingin memberikan ruang bagi mereka yang ingin bekerja sambil bersosialisasi. ”Kaget banget ternyata peminatnya banyak, sekarang anggota di grup sudah 160-an,” ujarnya.
Kegiatan WFC Malang Remote Club rutin digelar tiap Kamis pukul 13.00–17.00 di kafe-kafe pilihan. Setiap sesi biasanya diikuti 18–20 orang.
Aktivitas mereka sederhana, yakni menghadap laptop dan ponsel untuk menuntaskan pekerjaan. Selain itu sambil tetap membuka ruang interaksi dengan anggota lain.
Rata-rata anggota berusia 20–30 tahun. Sesi awal satu jam digunakan untuk saling berkenalan, kemudian dua sampai tiga jam berikutnya mereka fokus menyelesaikan pekerjaan. Sisa waktu dimanfaatkan untuk networking dan berbagi pengalaman.
”Basic-nya ratusan orang itu emang gaada yang kenal. Tapi setelah tujuh pertemuan, mereka mulai akrab. Awalnya asing, kini semua anggota berpeluan besar jadi partner kerja," ujar dia.
Dampak positifnya sudah terlihat. Beberapa anggota bahkan mulai berkolaborasi dalam proyek nyata. Ada yang mengurusi acara, ada yang menangani dokumentasi, dan pekerjaan lainnya mulai dari desain grafis hingga pengembangan software.
Namun, tingginya antusiasme peminat WFC juga menimbulkan tantangan. Tidak semua kafe bisa menampung kapasitas besar, sehingga Cheryl membatasi jumlah peserta tiap minggu.
”Biasanya kami gilir, anggota baru sendiri, anggota lama sendiri. Penyaringan anggota lewat G-Form, jadi siapa yang bisa ikut bisa langsung list, kalau kehabisan kuota bisa ikut minggu depannya,” jelasnya.
Bagi para mereka, Malang Remote Club bukan sekadar komunitas. Di tengah kesendirian kerja di luar kantor, WFC bareng menjadi alternatif teman kantor.
”Kami bisa saling mendukung, belajar dari pengalaman anggota lain, dan tentu saja, punya teman ngobrol meski dari perusahaan dan profesi berbeda-beda,” tutup dia. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho