Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

369 Sekolah di Kota Malang Belum Merasakan Menu MBG

Mahmudan • Senin, 1 September 2025 | 17:08 WIB
DEMI PEMENUHAN GIZI: Pegawai SPPG Morse di Jalan Trunojoyo, Klojen, menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar.
DEMI PEMENUHAN GIZI: Pegawai SPPG Morse di Jalan Trunojoyo, Klojen, menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar.

MALANG KOTA – Masih banyak pelajar di Kota Malang yang belum merasakan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Agustus ini, program besutan presiden Prabowo Subianto itu belum menyentuh 10 persen. Total baru lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan, capaian MBG baru menjangkau 35 lembaga pendidikan. Terdiri atas 25 sekolah jenjang SD dan 10 sekolah jenjang SMP. Sedangkan data disdikbud mengungkap ada 404 sekolah di Kota Malang. Terdiri atas 287 SD dan 117 SMP, baik negeri maupun swasta. Dengan demikian, ada 369 sekolah yang belum menikmati MBG.

Sehingga, cakupan MBG saat ini baru menyentuh 8,66 persen sekolah. "Yang sudah mendapatkan MBG ada 35 sekolah. Itu negeri dan swasta," terang Suwarjana kemarin (31/8).

Meskipun MBG merupakan program pemerintah pusat, disdikbud akan mengupayakan peningkatan layanan. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama forum MBG Kota Malang. "Kami tidak bisa memfasilitasi penuh karena tidak ada anggaran dari daerah. Kami menunggu dukungan dari pusat," jelas pria kelahiran Bantul itu.

Terkait operasional MBG, dia menegaskan tidak ada kendala berarti, baik dari sisi kualitas makanan dan distribusi. Hal itu karena jarak pengiriman relatif dekat. Kendala yang dialami hanya Pemkot Malang tidak bisa meningkatkan cakupan dengan dana APBD. "Kami hanya bisa menunggu anggaran dari pusat. Kami tidak bisa meningkatkan MBG karena anggaran di APBD tidak ada," tandasnya.

Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengamini cakupan MBG masih jauh dari target. Namun Wahyu belum bisa menyebut secara spesifik kekurangan tersebut. Sebab saat ini masih dalam tahap pendataan.

Pria yang akrab disapa Pak Mbois itu berharap, pelaku usaha di Kota Malang bisa membantu pendirian SPPG. Pihaknya siap mendukung, misalnya mempermudah perizinan. "Berdasar data yang diberikan oleh BGN (Badan Gizi Nasional), kuota dan kebutuhan SPPG di Kota Malang masih belum terpenuhi,” ungkap Wahyu. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#Mbg #disdikbud #Kota Malang #SPPG