MALANG – Budaya adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah negara. Setiap negara tentu memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda-beda.
Sebagai contoh negara Jerman yang memiliki budaya dan kebiasaan tidak tertulis. Beradaptasi tidaklah mudah bagi sebagian orang. Tapi jangan khawatir.
Berikut adalah hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika kamu berada di Jerman.
Berjabat tangan - Orang Jerman berjabat tangan dalam banyak kesempatan, terutama saat menyapa dan mengucapkan selamat tinggal.
Merupakan kebiasaan bagi seseorang yang bergabung dalam suatu kelompok untuk berjabat tangan dengan setiap orang secara individu.
Minum - Bir dan anggur merupakan bagian dari jamuan makan malam yang normal. Para tamu biasanya ditawari minuman beralkohol, tetapi tidak masalah jika ada yang tidak minum.
Jangan memaksa untuk minum alkohol jika ada yang menolak.Orang Jerman yang menolak minuman tidak selalu malu atau tidak sopan.
Itu hanya berarti mereka tidak ingin meminumnya. Di beberapa budaya, remaja tidak biasa memesan bir di restoran dan bar.
Usia legal untuk minum di Jerman adalah 16 tahun untuk bir dan anggur, dan 18 tahun untuk minuman beralkohol.
Ketepatan waktu - Jangan terlambat untuk janji temu atau rapat bisnis.
Kebanyakan orang Jerman sangat tepat waktu dan menganggap terlambat beberapa menit saja sudah tidak sopan.
Datanglah lima hingga sepuluh menit lebih awal untuk janji temu penting dan teleponlah jika Anda tidak dapat datang tepat waktu.
Kamu dan Anda - Secara pribadi, orang yang lebih tua menyapa orang yang lebih muda dengan sebutan informal du (dalam bahasa Jerman yang berarti kamu).
Dalam dunia bisnis, orang yang lebih tinggi jabatannya tidak peduli usia atau jenis kelamin, selalu menggunakan du atau kamu.
Namun keputusan yang baik adalah menyapa rekan kerja dengan nama depan sambil menggunakan sebutan formal Sie atau Anda. Namun, selalu tanyakan apakah orang tersebut setuju.
Bunga - Jika Anda diundang ke acara sosial, bawalah bunga untuk tuan rumah yang di kunjungi. Jika bunga dibungkus dengan kertas, ingatlah untuk membuka bungkusnya sebelum memasuki rumah.
Pemisahan sampah - Orang Jerman sangat peduli lingkungan dan memilah sampah mereka untuk memudahkan daur ulang.
Jika tetangga melihat Anda membuang kaca atau kertas yang dapat didaur ulang di tempat sampah biasa, hubungan Anda bisa jadi renggang selamanya.
Ciuman - Saat sahabat karib saling menyapa, biasanya mereka mencium pipi kiri dan kanan. Namun, hal ini tidak pantas dilakukan dalam lingkungan bisnis.
Di meja - Menyilangkan pisau dan garpu di atas piring merupakan tanda bahwa Anda belum selesai makan.
Menaruh pisau dan garpu sejajar dengan sisi kanan piring merupakan tanda kepada pelayan bahwa Anda sudah selesai makan dan piring dapat dibersihkan.
Nama - Sopan jika menyapa semua orang dengan nama belakang atau dengan sebutan Sie yang berarti Anda.
Saat terdapat nama ganda seperti Frau Müller-Weber, jangan hilangkan nama apa pun. Frau adalah nama panggilan untuk nyonya.
Nona atau Fräulein - Bentuk sapaan untuk wanita muda ini sudah ketinggalan zaman. Sapaan ini tidak lagi dianggap sopan dan dapat menyinggung perasaan. Bentuk sapaan yang umum adalah Frau yang berarti nyonya.
Ketelanjangan - Dibandingkan di negara asal Anda di Jerman, Anda mungkin menjumpai sikap yang jauh lebih toleran. Yakni ketelanjangan di depan umum.
Misalnya di sauna dan di kolam renang atau di pantai-pantai mereka terkadang memperlihatkan ketelanjangan. Bahkan di televisi dapat terlihat di beberapa program dan iklan.
Menyapa – Ucapan Guten Tag yang berarti selamat siang pantas diucapkan ketika memasuki sebuah toko kecil, kantor pemerintahan, ruang tunggu dokter, atau gerbong kereta.
Hal yang sama berlaku ketika mengucapkan selamat tinggal dengan kata Auf Wiedersehen.
Tempat duduk di restoran - Saat restoran penuh dan sibuk, biasanya Anda akan berbagi meja dengan orang asing.
Namun, sebelum melakukannya, selalu tunjuk kursi yang kosong dan tanyakan, “Apakah kursi ini masih kosong?” Ucapkan juga “Selamat makan” kepada tamu lain di meja tersebut.
Jangan berharap ada percakapan lebih lanjut di meja tersebut. Mungkin percakapan itu sangat menyenangkan, tapi jangan dipaksakan.
Saat Anda meninggalkan meja, pastikan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada teman satu meja Anda.
Bersulang - Merupakan kebiasaan untuk bersulang dengan mengucapkan Prost atau Zum Wohl sebelum diminum.
Pada acara-acara resmi umum, lebih banyak untuk mengangkat gelas dengan gagangnya dan mengangguk penuh arti kepada yang lain. Tuan rumah harus disarankan untuk berulang kali.
Di pesta makan malam atau di restoran, Anda harus menunggu sampai semua orang dalam kelompok menerima minuman atau makanan mereka sebelum mulai makan atau minum, dan kemudian mengikuti tuan rumah.
Dengan memahami lebih dalam tentang budaya Jerman, kita dapat memperluas pengetahuan dan meningkatkan toleransi terhadap perbedaan budaya. Siapa tahu, beberapa kebiasaan ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari! (dbr)
Editor : A. Nugroho