Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fraksi PKS Soroti Target Retribusi Pasar di Malang

A. Nugroho • Sabtu, 6 September 2025 | 17:44 WIB
BUTUH TRANSPARANSI: Dua warga mengunjungi Pasar Besar Malang, kemarin. Pasar itu menjadi satu penyumbang retribusi yang cukup tinggi.
BUTUH TRANSPARANSI: Dua warga mengunjungi Pasar Besar Malang, kemarin. Pasar itu menjadi satu penyumbang retribusi yang cukup tinggi.

MALANG KOTA - Realisasi retribusi pasar mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Malang menilai ada dugaan kebocoran. Itu bisa dilihat dari target yang ditentukan. Mereka menilai bahwa nominal targetnya hanya setengah dari potensi sebenarnya. 

 

Untuk diketahui, target retribusi pasar tahun 2025 senilai Rp 8,5 miliar. Dari penghitungan Fraksi PKS, seharusnya potensinya bisa mencapai Rp 16,5 miliar. Dugaan kebocoran mencuat karena sistem pemungutan retribusi masih menggunakan cara manual. 

 

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji menjelaskan, total pedagang pasar saat ini mencapai 11 ribu orang. Rata-rata mereka membayar retribusi Rp 5 ribu per hari. Jika dihitung setahun, ada potensi setoran senilai Rp 16,5 miliar. ”Dengan demikian kami melihat ada potensi kehilangan pendapatan hingga Rp 8 miliar,” tuturnya.

 

Bayu berharap pola penarikan retribusi pasar bisa diubah. Dari yang semula sistem manual, menjadi sistem digital atau elektronik. Dia mengklaim bahwa para pedagang juga menghendaki adanya perubahan itu. 

 

Bayu menyebut bahwa pedagang ingin retribusi yang sudah dibayarkan bisa dikelola secara transparan. ”Kalau elektronik pasti langsung masuk kas daerah. Sedangkan manual harus pindah tangan, di situ ada potensi kebocoran,” tambah dia. 

 

Ke depan, legislatif akan merencanakan audit pemungutan retribusi pasar. Mereka akan bekerja sama dengan paguyuban pedagang pasar. ”Saya sudah menanyakan kepada paguyuban pasar soal jumlah pedagang dan setoran tiap harinya berapa,” tutur anggota dewan yang juga menjabat Ketua Komisi B itu. 

 

Bayu menegaskan, retribusi pasar sangat diperlukan untuk pembangunan Kota Malang. Sebab, masih banyak pasar tradisional yang perlu perbaikan. ”Jangan sampai dana yang besar itu hilang begitu saja. Seharusnya bisa untuk perbaikan pasar,” tegas dia.

 

Di tempat lain, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi memastikan bakal menindaklanjuti saran dari dewan terkait retribusi elektronik. Eko optimistis, tahun ini ada penambahan perolehan retribusi pasar. 

 

Pada tahun 2024 lalu, capaiannya Rp 7,5 miliar. Tahun ini diperkirakan bisa menembus Rp 8,5 miliar. ”Pembayaran retribusi secara elektronik sejalan dengan rencana revitalisasi pasar. Pasti akan kami upayakan untuk meningkat (realisasinya),” ujar Eko. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Fraksi #partai keadian sejahtera #pasar #PKS