MALANG KOTA – Kualitas udara Kota Malang mendapat pengakuan internasional. Kota pendidikan dianugerahi penghargaan Clean Air kategori Big Cities pada ajang ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award di Langkawi, Malaysia, Rabu (3/9).
Penghargaan tersebut diterima Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang yang mewakili Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Raymond menjelaskan, ESC dan Certificates of Recognition (CoR) merupakan program ASEAN sejak 2008 untuk mendorong tata kelola lingkungan yang bersih, hijau, dan layak huni.
Dalam ajang ini terdapat lima kategori utama. Yakni Clean Air, Clean Land, Clean Water, Urban Biodiversity & Green Spaces, serta Circular Economy. Kota Malang termasuk satu dari 19 kota yang berhasil mendapatkan penghargaan Clean Air.
’Pemkot Malang dinilai sangat baik dalam menjaga kualitas udara. Mulai dari pengendalian pencemaran udara, pengelolaan transportasi berkelanjutan, hingga penataan ruang terbuka hijau yang konsisten,” jelas Raymond.
Raymond menambahkan, penghargaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemkot Malang dalam mendukung agenda kota berketahanan iklim dan rendah karbon. Pencapaian ini juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang ikut menjaga kualitas udara.
Selain melibatkan warga, DLH rutin melakukan penghijauan di berbagai titik kota. Pemetaan wilayah produktif oksigen dilakukan dengan menambah tanaman dan pohon, khususnya di wilayah Kecamatan Kedungkandang.
”Untuk wilayah padat penduduk, kami bekerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi. Bagi instansi yang membutuhkan bibit tanaman, kami juga menyiapkan bibit siap tanam,” pungkasnya.
Penghargaan ini diharapkan semakin memacu semangat Pemkot Malang dan masyarakat untuk terus menjaga kualitas udara. Menurut Raymond, keberhasilan menjaga lingkungan bukan hanya soal penghijauan, tetapi juga kesadaran bersama dalam menata kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi warganya. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho