MALANG KOTA – Kabar gembira bagi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Malang. Mulai tahun ini, insentif yang mereka terima resmi bertambah. Dari sebelumnya Rp 500 ribu per bulan, kini naik menjadi Rp 750 ribu per bulan.
Hanya saja, pencairan insentif itu tidak bisa dinikmati setiap bulan. Dana bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang tersebut disalurkan tiap enam bulan sekali. Khusus tahap kedua tahun ini, pencairan akan dilakukan dua kali, yakni pada September dan Desember.
”Tahap pertama sudah cair Juni lalu,” ujar Kepala KB/BA Restu Sulis Chomariyah, kemarin (9/9). Dari 20 guru di sekolahnya, delapan orang terdaftar sebagai penerima insentif. Rinciannya, empat guru terdaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan empat lainnya dari Kementerian Agama (Kemenag).
Meski sudah dijanjikan cair bulan ini, Sulis menyebut hingga kemarin belum ada tanda-tanda pencairan. Padahal, insentif ini sangat ditunggu oleh para guru, khususnya guru tidak tetap (GTT) yang belum tersertifikasi.
”Pendapatan mereka rata-rata di bawah Rp 1 juta. Jadi insentif ini sangat berarti,” ungkapnya.
Selain menanti pencairan, Sulis juga berharap ada kesempatan bagi tenaga pendidik di lembaganya untuk ikut seleksi CPNS atau PPPK. Dengan status itu, kesejahteraan mereka bisa lebih terjamin.
Terpisah, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana memastikan anggaran insentif aman. Pihaknya sudah menyiapkan dana sesuai jumlah penerima. ”Tinggal kami salurkan saja, skemanya sama seperti tahun lalu,” jelasnya.
Suwarjana menambahkan, insentif akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru. Tahun ini, jumlah penerima diperkirakan sekitar 2.086 orang, tersebar di 701 lembaga PAUD. Dari jumlah itu, 696 lembaga merupakan swasta dan lima lainnya negeri.
”Target kami, pencairan tahap kedua bisa selesai sesuai jadwal,” imbuhnya. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho