MALANG KOTA – Akses layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas kerap mendapat kendala. Untuk menjembatani persoalan itu, Yayasan Bersama Anak Bangsa Malang (YBABM) meluncurkan Posyandu Disabilitas Anak Bangsa sejak pekan lalu. Sebanyak 130 penyandang disabilitas tercatat sebagai binaan awal.
Inisiator kegiatan Yuning Kartikasari menuturkan, posyandu ini dihadirkan agar penyandang difabel tidak lagi kesulitan saat membutuhkan layanan medis. Termasuk dukungan untuk orang tua yang selama ini merasa berjuang sendiri.
”Banyak yang tidak bisa ke fasilitas kesehatan karena tidak punya kursi roda atau alat bantu. Dengan posyandu, mereka bisa lebih terjangkau,” ujar perempuan yang akrab disapa Yuyun itu.
Untuk menjalankan program, Yuyun menggandeng berbagai pihak. Mulai dari tenaga terapis, puskesmas, hingga BUMN. Posyandu disabilitas sebelumnya sudah hadir di tiga lokasi. Yakni kantor Kelurahan Polehan, Gadingkasri, dan Kiduldalem. Dengan peresmian itu, jumlahnya bertambah menjadi empat posyandu di Kota Malang.
Yuyun menegaskan pihaknya tengah menyiapkan rencana perluasan ke wilayah lain di Malang Raya. ”Kami ingin lebih banyak penyandang disabilitas terbantu,” tambahnya.
Berbagai layanan disediakan di posyandu. Mulai dari cek gula darah, pengukuran tinggi badan, tensi, konsultasi kesehatan, hingga fisioterapi. Tidak hanya itu, tersedia juga layanan konsultasi UMKM bagi orang tua disabilitas yang berencana membuka usaha. ”Dalam memberi layanan kami didukung sekitar 50 tenaga relawan,” jelas Yuyun.
YBABM berharap kehadiran posyandu disabilitas bisa menjadi ruang yang ramah sekaligus solusi praktis bagi penyandang disabilitas. ”Kami ingin keluarga disabilitas tidak merasa sendirian. Ada komunitas, ada tempat berobat, sekaligus tempat saling menguatkan,” pungkas Yuyun. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho