MALANG KOTA – Momentum perayaan HUT ke-80 RI ikut mendongkrak penjualan eceran di Kota Malang. Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang mencatat, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama.
Sektor minuman bahkan mencatatkan pertumbuhan paling tinggi secara bulanan, mencapai 17 persen. ”Konsumsi masyarakat memang meningkat karena momentum hari kemerdekaan,” ujar Kepala BI Malang Febrina kemarin.
Berbagai pesta diskon, baik dari brand besar maupun UMKM, juga ikut menggairahkan pasar. Tak hanya minuman, sektor suku cadang dan aksesori kendaraan ikut melonjak 10,62 persen. Kenaikan itu tak lepas dari promo diskon 17 persen untuk suku cadang dan oli.
Yang cukup mengejutkan, sektor otomotif yang sempat lesu mulai menunjukkan pergerakan positif. Penjualan kendaraan, terutama mobil, naik 7,10 persen. ”Ini jadi sinyal baik untuk perekonomian. Kami akan terus menjaga daya beli masyarakat lewat berbagai stimulus,” imbuh Febrina.
Fenomena itu dirasakan langsung di diler Honda Mandalasena, Jalan Letjen Sutoyo, Lowokwaru. Sales Manager Daniel Davis menuturkan, penjualan di agustus lalu merangkak naik. ”Kami berhasil menjual 30 unit. Sebagian besar lewat skema kredit,” ujarnya.
Daniel tak menampik, penyaluran kredit yang sempat ketat masih jadi kendala. Banyak calon pembeli gagal akad karena pengajuan ditolak bank. Namun belakangan, aturan kredit mulai longgar. ”Harapannya akhir tahun bisa kejar target. Promosi dan diskon tetap jadi strategi utama,” paparnya.
Di Malang, Honda Brio masih jadi primadona. Harganya mulai Rp 179 juta, bodi ramping, desain simple tapi elegan. “Banyak pasangan muda yang menjadikannya mobil pertama,” tandas Daniel. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho