MALANG KOTA – Pengelolaan sampah di Kota Malang masih jauh dari kata optimal. Banyak tempat pembuangan sampah (TPS) yang kapasitas maupun kondisinya belum memadai. Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana melakukan penataan skala besar tahun ini.
Plt Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengungkapkan, lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025, pihaknya bakal menambah satu TPS baru sekaligus memperbaiki dua TPS lama. ”TPS baru direncanakan di Jalan Lingkar Gadang, Kelurahan Bumiayu,” terangnya.
Raymond menyebut, tambahan TPS di Bumiayu sangat mendesak. Sebab, lokasi tersebut menjadi titik buangan utama sampah dari Pasar Induk Gadang (PIG) maupun para penggerobak. Selama ini mereka terpaksa mengalihkan pembuangan ke TPS Buring. ”Sering dikeluhkan terlalu jauh. Karena itu perlu tambahan TPS agar lebih efisien,” lanjutnya.
Untuk TPS baru tersebut, DLH masih menyiapkan rancangan fasilitas dan luasan lahan. Sementara itu, dua TPS yang akan dipoles adalah TPS Cianjur dan TPS Buring. Keduanya sudah kelebihan kapasitas dan belum bisa menampung sampah secara maksimal. ”Targetnya, November atau Desember nanti, TPS di dua titik itu bisa kembali optimal,” jelasnya.
Tak hanya itu, DLH juga menyoroti keberadaan TPS liar di Jalan Muharto. Selama ini lokasi tersebut kerap jadi tempat buangan tidak resmi, padahal TPS resmi sudah tersedia di dekat pemakaman Kuthobedah. Sayangnya, lahan TPS itu kini sudah beralih fungsi menjadi hunian warga.
”TPS liar di Jalan Muharto sedang kami evaluasi. Selain mengganggu arus lalu lintas, keberadaannya juga membuat kota jadi tampak kumuh,” tandas Raymond. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho