MALANG KOTA - Hilang sejak kericuhan aksi demonstrasi di Kwitang, Jakarta, akhir Agustus lalu, Bima Permana Putra akhirnya ditemukan di Kota Malang. Tepatnya pada Rabu (17/9) lalu.
Menurut Kontras, nama Bima masuk daftar orang hilang seusai demo pada 30–31 Agustus. Namun ternyata dia tidak ikut aksi, melainkan berjualan mainan barongsai di depan Kelenteng Eng An Kiong.
Penemuan itu pertama kali disaksikan Muryani, satpam klenteng. Lelaki 64 tahun itu mengaku melihat Bima duduk di trotoar dengan kondisi lemas. ”Anaknya kurus, seperti belum makan,” kata dia.
Tidak lama kemudian, sekitar pukul 12.00, dua mobil datang membawa 10 orang petugas. Bima langsung digiring masuk ke salah satu mobil.
Muryani awalnya tidak tahu bahwa mereka polisi. ”Baru sadar setelah ada yang menghampiri saya,” jelasnya.
Saat dibawa, Bima hanya menenteng sebuah ransel. Dari informasi warga sekitar, Bima dikenal sebagai pedagang mainan barongsai.
Namun, soal siapa yang mengevakuasi Bima masih menyisakan tanda tanya. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Muhamad Soleh menegaskan pihaknya tidak tahu menahu. ”Satreskrim tidak dilibatkan. Mungkin langsung dari pusat,” tegasnya.
Koran ini berupaya mengonfirmasi perkembangan kasus Bima ke Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho