Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

DPUPRPKP Kota Malang Alokasikan Rp 27,6 M untuk Pemeliharaan PJU

Bayu Mulya Putra • Jumat, 19 September 2025 | 17:22 WIB
RUTIN DICEK: Proses pemeliharaan PJU di Jalan Kawi, Klojen dilakukan tim dari DPUPRPKP Kota Malang, kemarin (18/9). Ada tiga titik lain yang kemarin dibenahi petugas.
RUTIN DICEK: Proses pemeliharaan PJU di Jalan Kawi, Klojen dilakukan tim dari DPUPRPKP Kota Malang, kemarin (18/9). Ada tiga titik lain yang kemarin dibenahi petugas.

MALANG KOTA - Anggaran untuk pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Malang cukup besar. Tahun ini dialokasikan senilai Rp 27,6 miliar. Dana itu diplot untuk pemeliharaan PJU di sekitar 4 ribu titik di Kota Malang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto mengatakan, setiap tahun anggaran untuk PJU disesuaikan dengan kebutuhan. ”Tahun (2024) lalu dialokasikan Rp 29,1 miliar,” kata dia.

Dia mengakui bahwa biaya pemeliharaan PJU cukup besar. Sebab, setiap tahun pihaknya rutin menambah PJU di beberapa titik. Dasarnya berdasar dari program pokok pikiran (pokir) DPRD, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), dan perencanaan dinas.

Staf Bidang PJU DPUPRPKP Kota Malang Rifki Pratomo mengatakan, setiap hari pihaknya rutin menyisir kawasan-kawasan di lima kecamatan. Tujuannya untuk mengetahui PJU yang rusak. Pihaknya juga mendapat laporan dari warga. ”Seperti hari ini (kemarin), kami memperbaiki PJU di empat titik. Yakni di Jalan Kawi, Jalan Retawu, Jalan Sunan Muria, dan Jalan Candi Enam,” sebut Rifki.

Dia menyebut bahwa biasanya PJU mengalami kerusakan seperti redup atau tak berfungsi. Karena itu, pihaknya rutin melakukan penyisiran. Ada tiga tim yang melakukan pemeliharaan. Satu tim berisi lima orang.

Rifki melanjutkan, kapasitas PJU yang ada di setiap kawasan berbeda-beda. Sebagai contoh, di kawasan perkampungan biasanya memiliki kapasitas 60 watt. Sementara di jalan utama berkisar antara 90 sampai 120 watt. ”Kebanyakan PJU di Kota Malang saat ini masih menggunakan listrik,” sebut Rifki.

Ada pula sebagian kecil PJU yang sudah menggunakan solar cell. Pada PJU dengan solar cell, proses pemeliharaanya lebih kompleks. Mulai dari pemeliharaan pada lampu, panel surya, hingga instalasi lainnya. Karena itu, saat ini pemkot lebih banyak menggunakan PJU konvensional. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#DPUPRPKP #pju #Kota Malang #Pemeliharaan