Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bekali Mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan Ilmu Wirausaha secara Digital

A. Nugroho • Sabtu, 20 September 2025 | 22:47 WIB

KOLABORASI: Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd (tengah) berdiskusi dengan Direktur Network and Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Rulli Setiawan (kanan) pada Kamis (18/9).
KOLABORASI: Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd (tengah) berdiskusi dengan Direktur Network and Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Rulli Setiawan (kanan) pada Kamis (18/9).

MALANG KOTA – Kondisi perekonomian global maupun nasional hingga kini masih jauh dari kata stabil. Karena itu, keseimbangan literasi keuangan dengan inklusi keuangan perlu terus ditingkatkan. Upaya itu pula yang dilakukan Universitas Negeri Malang (UM).

Sebanyak 324 mahasiswa UM mendapat pembekalan langsung dari praktisi dan ahli keuangan pada Kamis (18/9). Fokus yang diangkat menyoroti pentingnya strategi menghadapi era transformasi digital. Salah satunya melalui wirausaha digital.

Digitalisasi kini menjadi kunci adaptasi. Contohnya, konsumen menuntut layanan serba cepat, mudah, personal, dan aman. Perbankan yang mampu bertransformasi akan tetap relevan.

”Mahasiswa harus memahami pentingnya pola pikir transformasi sejak dini,” tegas Direktur Network and Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Rulli Setiawan.

Ia menambahkan, wirausaha digital punya banyak keunggulan. Biaya promosi bisa ditekan, akses informasi lebih mudah, dan pengeluaran untuk operasional toko bisa dihemat.

Menurut Rulli, ada enam bekal penting yang harus dimiliki generasi muda dalam merintis usaha digital. Yakni literasi digital mumpuni, jiwa kewirausahaan kreatif, wawasan global, soft skills adaptif, komitmen keberlanjutan, serta jejaring kolaboratif.

”Kalau enam hal ini dipahami, akan lahir SDM unggul yang adaptif dan siap menjadi agen perubahan ekonomi digital,” jelasnya.

Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd juga menekankan pentingnya kemitraan strategis antara perbankan dan perguruan tinggi. Selain menciptakan sinergi dalam tata kelola keuangan kampus, mahasiswa juga mendapat banyak ilmu tentang kecerdasan finansial yang aplikatif.

”Kehadiran praktisi BTN, dari direktur utama hingga pimpinan cabang, membuat mahasiswa bisa belajar langsung praktik tata kelola keuangan. Jadi tidak berhenti pada teori, melainkan grounded dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#Universitas Negeri Malang #Perekonomian #keuangan #Literasi #Wirausaha