MALANG KOTA - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali mencuat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Untuk mencegah penyebaran kasusnya, pemerintah bakal mendistribusikan vaksin PMK. Salah satunya di Kota Malang, yang dijatah 500 dosis vaksin.
Kepala Bidang (Kabir) Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang drh Anton Pramujiono mengatakan, distribusi vaksin rencananya dilakukan bulan depan. ”Lokasinya ada yang di Kelurahan Mulyorejo, Kelurahan Arjowinangun, dan kelurahan-kelurahan lainnya,” kata dia.
Saat ini, pihaknya masih memetakan kelurahan-kelurahan mana yang mendapat distribusi vaksin. Untuk sementara, dia meminta masyarakat agar tidak panik karena sejak April lalu belum ada kasus PMK baru yang ditemukan di Kota Malang.
Anton menyebut kalau sepanjang 2025, pihaknya menerima laporan 30 kasus PMK. Semua terjadi pada awal tahun. Ada sapi-sapi yang akhirnya bisa mendapat pengobatan. Sebelumnya, dispangtan juga rutin melakukan vaksinasi kepada hewan ternak. Vaksinasi itu sudah dilakukan sejak awal 2025. Total ada 800 dosis vaksin PMK yang terdistribusikan. ”Vaksinasi dibagi menjadi dua tahap yakni tahap pertama dengan jumlah 417 dosis,” ucap Anton.
Sementara untuk tahap kedua sebanyak 383 dosis. Selain vaksinasi, pihaknya juga melakukan upaya lain. Seperti edukasi kepada peternak terkait gejala yang muncul pada hewan ternak. Antara lain demam tinggi, luka pada kuku dan mulut, nafsu makan hewan yang menurun, dan kelelahan. Juga ada gejala keluarnya air liur secara berlebihan, hingga kuku yang terlepas. Selanjutnya ada praktik pembersihan kandang secara rutin. (mel/by)
Editor : A. Nugroho