Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3.000 Peserta Ikut Kirab 200 Tahun Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang

A. Nugroho • Minggu, 28 September 2025 | 16:20 WIB
MERIAH: Warga cukup antusias menyaksikan kirab perayaan 200 tahun Kelenteng Eng An Kiong, kemarin siang (27/9). Foto kanan, Arca Kong Tek Cun Ong dari Kelenteng Yue Yang Tang Semarang ikut ambil bagia
MERIAH: Warga cukup antusias menyaksikan kirab perayaan 200 tahun Kelenteng Eng An Kiong, kemarin siang (27/9). Foto kanan, Arca Kong Tek Cun Ong dari Kelenteng Yue Yang Tang Semarang ikut ambil bagia

MALANG KOTA - Puncak perayaan 200 tahun Kelenteng Eng An Kiong berlangsung meriah, kemarin (27/9). Terlebih, tahun ini perayaannya dilakukan bersamaan dengan World Tua Pek Kong Festival ke-14. Seperti diketahui, tahun ini Kelenteng Eng An Kiong jadi tuan rumah untuk pertemuan akbar para pemuja Kongco Buddha Janshan atau Tua Pek Kong dari berbagai negara itu. 

 

Perwakilan dari delapan negara turut ambil bagian dalam kirab ritual dan budaya HUT ke-200 Yayasan Kelenteng Eng An Kiong, kemarin siang. Selain dari Indonesia, ada juga yang berasal dari Singapura, Malaysia, Macau, Hongkong, China, Brunei Darussalam, dan Myanmar. 

Mereka mewakili 52 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD). 

 

Kirab yang diikuti sekitar 3.000 peserta itu dimulai pada pukul 13.30. Rute yang dilalui sepanjang 5,5 kilometer. Dimulai dari Kelenteng Eng An Kiong, Jalan Gatot Subroto, Jalan Trunojoyo, Jalan Kertanegara, Alun-Alun Tugu, Jalan Merdeka Timur, Jalan Kauman, Jalan Hasyim Asyari, Jalan Pasar Besar, dan kembali ke kelenteng. 

 

”(Kirab) ini sekaligus ruwatan. Semoga kondisi negara tetap aman dan rakyatnya tenteram,” kata Rudy Phan, Ketua Umum Yayasan Kelenteng Eng An Kiong. Dalam kirab kemarin, ada 60 arca dari TITD yang dibawa peserta. Setiap arca mewakili sosok dewa yang dianut para peserta. 

 

Kirab itu juga menggandeng sejumlah pelaku budaya dan kesenian di Kota Malang. Febrina, salah satu peserta kirab dari TITD Hok Liong Kiong Jombang cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dia datang bersama 100 anggota kelentengnya ke Malang. ”Ini kami mengajak Mak Cho (dewa) ikut berjalan-jalan,” kata dia.

 

Sebelum berangkat ke Malang membawa arca, ada ritual yang dilakukan pihaknya. Ritual dilakukan untuk menanyakan kesediaan dewa mengikuti acara di Malang. Ada dua kertas yang ditempatkan di bawah arca. ”Jawabannya mau atau tidak, satu sisi jawaban iya, satunya tidak. Kebetulan (dewa) ini mau,” ujar dia. Dia mengapresiasi event yang digelar di Malang. Sebab itu bisa menjadi ajang silaturahmi bagi para peserta dari berbagai daerah dan negara. 

 

Apresiasi serupa juga disampaikan Leo Chengkai, peserta dari Malaysia. ”Kami datang dengan 37 orang,” kata dia. Rombongannya membawa satu arca untuk ikut dalam kirab kemarin. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku suka dengan kondisi di Malang. ”Orang-orangnya juga sangat welcome ke kami,” tambahnya. (biy/mon/by)

Editor : A. Nugroho
#200 tahun #kelenteng eng an kiong #kirab budaya