Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Bersih-Bersih Sungai Metro untuk Tangkal Banjir

Mahmudan • Senin, 29 September 2025 | 18:20 WIB
JAGA LINGKUNGAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita membersihkan sampah di Sungai Metro, Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang kemarin (28/9
JAGA LINGKUNGAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita membersihkan sampah di Sungai Metro, Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang kemarin (28/9

MALANG KOTA – Banjir yang melanda setiap musim hujan kini diantisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satunya dengan bersih-bersih sampah sekaligus mengeruk sedimentasi di Sungai Metro. Pengerukan dilakukan di sepanjang 900 meter.

Kemarin (28/9), Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersih-bersih sampah di Sungai Metro, Bandulan, Kecamatan Sukun. Wahyu didampingi Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita dan dua tokoh. Yakni Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Febrina.

Selain itu, warga dan ratusan mahasiswa juga turut andil dalam bersih-bersih sekaligus merayakan World Cleanup Day 2025 itu. “Gerakan ini semoga bisa meningkatkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan terutama sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat kemarin (28/9).

Dia mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan misi Ngalam Rijik. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus memiliki kesadaran pemeliharaan lingkungan. Sembari mengajak masyarakat sadar lingkungan, Wahyu juga membangun sarana dan prasarana (sarpras) untuk menanggulangi banjir. Di antaranya membangun drainase di Jalan Soekarno Hatta.

Wahyu mengatakan, penanganan banjir tidak cukup gerakan satu atau dua hari saja. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat bersabar dan mendukung gerakan Malang Bebas Banjir pada 2028. “Tahun ini kami dapat bantuan dari provinsi dan tahun 2026 dapat bantuan dari bank dunia,” lanjut Wahyu.

Bantuan dari bank dunia sekitar Rp 54 miliar. Dia optimistis anggaran tersebut cukup untuk menggarap masterplan drainase, sehingga target 2028 bebas banjir lebih cepat direalisasikan.

Terpisah, pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menuturkan, terdapat tiga titik sungai yang menjadi konsentrasi. Yaitu sungai di Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, lalu Sungai Metro di Sukun, dan Sungai Brantas di Blimbing. Ketiga sungai tersebut rata-rata memiliki timbunan sampah.

Selain membersihkan sampah, kegiatan dilanjut penanaman 30 bibit pohon mahoni. Akarnya yang kuat diproyeksikan bisa memperkokoh bantaran Sungai Metro. Masing-masing bibit pohon mahoni yang ditanam memiliki tinggi tiga meter. (aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#dprd #malang #Pemkot #Sungai Metro