MALANG KOTA – Prestasi membanggakan ditorehkan cabang olahraga (cabor) Wushu Kota Malang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025, Juni lalu. Tak sekadar memenuhi target, raihan medali justru melampaui ekspektasi.
Total 21 medali berhasil dibawa pulang dengan rincian 7 emas, 8 perak, dan 6 perunggu. Catatan itu jauh melampaui target awal yang hanya 6 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.
Atas prestasi gemilang tersebut, Ketua Umum Pengurus Kota (Pengkot) Wushu Indonesia Malang Sutjipto Goenawan dinobatkan sebagai Pembina Terbaik Porprov 2025. Penghargaan itu diserahkan di halaman Balai Kota Malang, kemarin.
”Dari tahun sebelumnya, ada tambahan satu emas, tujuh perak, dan dua perunggu. Secara poin kami mengumpulkan 50. Hasil ini membuat Pemkot Malang memberikan penghargaan pembina terbaik,” tutur pria yang akrab disapa Cipto itu.
Dia menambahkan, perjuangan untuk meraih prestasi tidaklah mudah. Meski berstatus tuan rumah, Malang harus berhadapan dengan sang juara bertahan, Kota Surabaya. Namun, dengan kerja keras atlet dan pengurus, Wushu Malang akhirnya berhasil keluar sebagai juara umum.
”Dengan 21 medali itu kami berhasil mengalahkan Kota Surabaya,” ujarnya bangga.
Menurutnya, kesuksesan ini berkat keseriusan dalam mencari bibit atlet serta persiapan matang. Bahkan, demi hasil maksimal, para atlet dikirim menjalani pemusatan latihan di Jawa Tengah.
”Di sana pusatnya Wushu. Jadi sebelum Porprov, kami kirim atlet berlatih di sana. Hasilnya terbukti,” tegas Cipto.
Ke depan, Wushu Kota Malang menargetkan mempertahankan status juara umum. Tantangan berikutnya tak ringan karena Porprov selanjutnya bakal berlangsung di Surabaya, kandang lawan kuat.
”Kami berharap tetap bisa juara umum meski harus bertarung di markas Surabaya,” pungkasnya. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho