MALANG KOTA – Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) RI mengajak warga Malang introspeksi. Itu dilakukan agar aksi anarkis berupa perusakan sejumlah pos polisi dan fasilitas umum tidak terulang lagi. Imbauan pentingnya introspeksi disampaikan saat sarasehan bersama berbagai elemen masyarakat Kota Malang di Hotel Grand Mercure, kemarin (2/10).
Deputi Bidang Koordinasi Dalam Negeri Menkopolkam Heri Wiranto menerangkan, sarasehan di Kota Malang bertujuan merekatkan kembali kesatuan di wilayah kota. Heri menekankan, pemerintah pusat juga bakal melakukan introspeksi agar kejadian serupa tidak terulang. "Dari sarasehan ini kami ingin mendapatkan saran dari berbagai elemen masyarakat, termasuk cara introspeksi dari pemerintah pusat, agar aspirasi masyarakat bisa lebih didengar," jelas Heri.
Pertemuan tersebut dihadiri tokoh agama, forum kerukunan umat beragama, organisasi masyarakat (ormas), dan organisasi mahasiswa. "Seperti arahan Pak Presiden Prabowo, kebebasan bersuara dan berserikat dijamin undang-undang. Tetapi harus disertai tanggung jawab. Jangan sampai merusak (fasum) seperti beberapa waktu lalu," katanya.
Meskipun sempat memanas, dia menilai situasi di Kota Malang Agustus lalu masih dapat dikendalikan. Tidak seperti kejadian di Kediri, Surabaya, hingga Makassar, terjadi pembakaran gedung pemerintah. "Kota Malang menjadi salah satu barometer karena meskipun sempat memanas, akhirnya bisa terkendali. Ke depan menjadi kewajiban bersama, untuk mengantisipasi ancaman tindakan anarkis," tegas Heri.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Alie Mulyanto menyampaikan, wilayahnya terdiri atas berbagai elemen. Mulai ormas, komunitas hingga organisasi mahasiswa dari berbagai daerah.
Dengan kondisi itu, dia menyadari harus ada kesadaran bersama untuk menjaga kondusivitas Kota Malang. ”Tidak hanya tugas warga asli Malang saja,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho